oleh

Terlalu Fokus ke Korona. Penyakit Lain Kurang Dapat Perhatian

SANGATTA. Keberadaan vaksin covid-19, diharapkan akan membantu mengatasi pandemi korona yang saat ini terus meningkat. Sebab dengan adanya vaksin, diharapkan penularan bisa ditekan. Sehingga Dinas Kesehatan bisa kembali membagi perhatiannya pada penyakit menular lainnya, yang juga cukup berbahaya. Sebab tahun lalu, tidak bisa dipungkiri, perhatian termasuk anggaran semua fokus pada korona, sementara penyakit lainnya, kurang perhatian. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal.

“Dengan vaksin ini, kita harap efektif melawan korona. Karena salah satu cara untuk menanggulangi pandemi adalah vaksin, selain 3 M. Seperti diketahui, kita hidup sekarang ini karena vaksin penyakit lalu. Makanya kita berharap banyak dengan vaksin ini,” katanya.

Meskipun kini ada vaksin, namun masyarakat tetap harus patuh pada protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak, sebab vaksin masih terbatas.
Terkait adanya indikasi turunnya angka pengidap kasus HIV/AIDS di Kutim selama korona, Bahrani menyatakan tidak percaya. Sebab, yang terjadi, karena adannya pandemi ini, penyakit menular lainnya, agak terabaikan. Termasuk pendataan, penyuluhan terkait dengan penyakit menular lainnya, itu turun, karena fokus mengurusi korona serta ruang gerak yang terbatas.

Baca Juga  Sopir Angkot Tewas di Tepian. Tak Ada Tanda Kekerasan, Punya Riwayat Sakit Jantung

“Jadi saya tidak percaya karena korona HIV/AIDS turun. Yang turun itu kegiatan penyuluhannya, pendataanya dan lain sebagainya. Karena bukan hanya kegiatan terkait dengan HIV/AIDS yang turun selama pandemi ini, tapi kegiatan terkait dengan penyakit menular lainnya juga turun, seperti TB, demam berdarah dan lain sebagainya,” katanya.

Karena itu, dengan adanya vaksin, diharapkan akan efektif mencegah korona, sehingga tahun ini Dinas Kesehatan dan seluruh jajarannya kembali fokus pada penanganan penyakit menular lainnya, seperti HIV/ AIDS TB dan lain sebagainya, seperti selama ini.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, berdasarkan data, ada penurunan angka kasus HIV/AIDS di Kutim tahun selama pandemi korona. Seperti diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur (kutim), Harmaji. Menurutnya, selama virus korona merebak, angka penularan virus HIV / AIDS turun.

Baca Juga  Pengecoran Satu Ruas Jalan Stadion Palaran Rampung. Dilanjutkan Penggalian Lokasi Gorong-Gorong yang Diganti

Jika tahun-tahun sebelumnya angka kasus HIV/AIDS di Kutim berada di atas angka 100 kasus, namun untuk tahun ini, dari data yang dikumpulkan KPAD hingga bulan Juli 2020, angkanya baru berjumlah 35 kasus.
Tapi, diakui bisa jadi kasus HIV/AIDS, mamang agak terabaikan laporannya akibat kesibukan penanganan pandemi Covid-19.(jn/beb)

Komentar

News Feed