SANGATTA. Pemerintah terus menggaungkan agar masyarakat tidak takut divaksin. Sosialisasi itu tampak berhasil, sehingga masyarakat kini antusias untuk mau divaksin. Hanya saja, kenyataan, vaksin yang datang jumlahnya sangat kecil dibanding jumlah penduduk, tentu membuat masyarakat yang belum dapat akan terus menunggu giliran.
Ironisnya lagi, jatah vaksin ke daerah malah turun. Seperti untuk Kutim, dalam tahap pertama dapat 6.160 dosis Vaksin Covid-19. Namun pada tahap II ini, Kutim hanya dapat 2.431 dosis.
Karena jatah untuk Kutim pada tahap II ini turun, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal mengatakan vaksin akan difokuskan di Kota Sangatta. “Vaksin tahap II ini akan diberikan pelayan publik, seperti PNS, Pejabat, DPRD, pedagang dan tokoh agama.
Diakui, tahap II ini, data yang terkumpul, untuk pelayanan publik sebenarnya ada sekitar 14 ribu. Hanya vaksin yang datang hanya 2.431 dosis, sehingga nantinya akan dijatah. “Karena vaksin terbatas, maka untuk tiap OPD, akan dibatasi sekitar 20-30 orang . OPD yang tentukan pegawainya yang prioritas untuk vaksin siapa,” katanya.
Khusus untuk pedangan pasar, mungkin juga hanya dijatah untuk 100 orang saja, meskipun jumlahnya cukup banyak. “Nanti, pedagang ini kan kami datangi di pasar,” katanya. (jn/beb)











Komentar