TANJUNG REDEB. Meskipun sudah bertahun-tahun selesai dikerjakan, Dermaga Maratua belum memberikan manfaat alias mubazir. Pasalnya ujung dermaga belum mencapai titik terdalam untuk bisa dilabuhi kapal dengan gross tonage menengah keatas. Sementara untuk menambah panjang membutuhkan biaya besar.
Dalam jangka waktu dekat ini hampir bisa dipastikan tidak bisa diteruskan menggunakan anggaran kabupaten. Terkecuali ada bantuan Provinsi atau pusat. Padahal awal perencanaan dermaga ini masyarakat Maratua menaruh harapan besar pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.
Selain menjadi tempat berlabuh kapal barang juga kapal-kapal pesiar dan kapal-kapal kecil wisatawan lainnya. Selama ini Berau kerap kecolongan keluar masuknya wisatawan yang tidak melalui pintu Berau.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurahman mengatakan bahwa dengan kondisi keuangan daerah melanjutkan pembangunan dermaga dinilai sangat berat. “Bahkan anggaran kami saja untuk kegiatan rutin banyak dipotong, apalagi masa pandemi ini,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan sejak 2018 lalu pihaknya mengajukan permohonan bantuan ke Provinsi atau bisa diteruskan ke pusat. “Sampai sekarang belum ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Berau, Sa’ga mengungkapkan, bahwa sejauh ini pelabuhan yang ada di Maratua belum bisa dimaksimalkan. Usai pembahasan konsep kerja sama dengan Kaltara, Sa’ga mengungkapkan bahwa ada peluang besar sektor pariwisata Berau.
Konsep yang digagas oleh perhubungan Kaltara agar kapal pariwisata dengan nama KM Julung-Julung juga bisa berlabuh di Maratua.”Ini peluang bagi Berau, terutama untuk meningkatkan sektor pariwisata,” jelasnya.
Dikatakannya, untuk peluang ini akan dikomunikasikan dengan Perhubungan Berau untuk kemudian diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Namun, dari perbincangan sekilas dengan Kemenhub, dikatakan Sa’ga jika Kemenhub menyambut baik, bahkan sependapat kalau memang dermaga di Maratua layak untuk disandari kapal sejenis kapal pesiar tersebut.
Kapal itu saat ini rute berlayarnya dari Pantoloan-Toli-Toli-Tarakan. Saat menuju Tarakan itulah ternyata kapal melintasi laut Maratua. “Makanya ada gagasan untuk singgah di Maratua,masalahnya ya itu tadi belum bisa disandari kapal besar,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pelabuhan Maratua yang sudah permanen itu tidak ada masalah jika disandari kapal sejenis kapal pesiar. Namun, untuk kepastiannya tetap membutuhkan data valid dari Dishub Berau, berapa kedalaman dan jarak antara pelabuhan dari pinggir pantai. (as/beb)











Komentar