oleh

Lubang Kontrol Hambat Normalisasi. Terpaksa Gunakan Derek untuk Mengangkat

AIR HITAM. Pengerukan parit di sepanjang Jalan Juanda sudah berlangsung sejak beberapa hari belakangan.

Namun ternyata pengerukan parit dengan sistem manual, yaitu dengan cara anggota Tim Hantu Banyu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda masuk ke dalam parit, mengalami hambatan.

Koordinator Tim Hantu Banyu Dinas PUPR Samarinda, Samidi kepada Sapos mengungkapkan, salah satu hambatan yang mereka hadapi adalah harus membuka lubang kontrol yang dicor.

Baca Juga  Budayawan Erros Djarot: Enggak usah merengek-rengek ke Kemenkominfo

“Jadi kebanyakan lubang kontrol di sana (sepanjang Jalan Juanda, Red) dicor, ini yang menghambat. Kami harus mengangkat penutup lubang kontrol dulu,” ujar Samidi.

“Lubang kontrol itu terpaksa kami buka dengan diangkat menggunakan derek,” lanjut Samidi.

Kemudian saat mengeruk dalam parit anggota Tim Hantu Banyu juga tak leluasa, sebab kondisi gelap dan banyak kabel.

Baca Juga  Rafid Test Reaktif, Dinas Kesehatan Kubar Lakukan Swab Test Massal

“Ya jadi memang karena lubang kontrol jaraknya agak jauh, jadi dalam parit sangat gelap,” beber Samidi.

Kemudian ditambah kondisi pendangkalan parah dalam parit-parit di sepanjang Jalan Juanda tersebut. Padahal sebenarnya pembersihan di jalan utama tersebut rutin dilakukan petugas. (rin)

Komentar

News Feed