oleh

Ada yang Cari Untung? Kenaikan Harga di Akhir Tahun

SAMARINDA KOTA. Sudah menjadi kebiasaan, kenaikan harga barang pokok jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, tren kenaikan harga bisa berlangsung hingga sepekan akhir tahun. Namun kondisinya saat ini berbeda, lantaran minat belanja masyarakat justru menurun.

Menurut Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda Ibrohim mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setiap tahunnya berupaya agar harga barang pokok tidak terlalu bergejolak. Khususnya menjelang HBKN. “Tapi tahun ini sepertinya bukan karena inflasi tapi sebaliknya deflasi,” kata Ibrohim.
Sebab minat berbelanja justru menurun, di tengah kegiatan ekonomi yang belum stabil, dilanda wabah Covid-19. Hal inilah yang bisa menyebabkan deflasi atau harga barang menurun sedangkan nilai uang bertambah. “Itu juga masalah bagi kami,” tuturnya.

Meski demikian, berdasarkan laporan dari TPID khususnya dari Dinas Perdagangan mengatakan bahwa stok barang masih aman. Bahkan hingga beberapa bulan kedepan masih bisa menanggulangi kebutuhan masyarakat. “Namun khusus untuk cabai saja yang masih kami waspadai,” tegasnya.

Sebab khusus hargai cabai di Samarinda memang fluktuasi atau tidak tetap. Namun ia tetap mengharapkan jika nantinya terjadi kenaikan harga barang, diharapkan tidak melebihi kemampuan beli masyarakat. “Karena masih Covid-19. PDPDAU (Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha), juga kami siapkan untuk menggelar kios inflasi,” bebernya.

Baca Juga  KPK Panggil Tujuh Saksi Kasus Pembangunan Stadion Mandala Krida Dugaan Kasus Korupsi

Ia pun memaklumi jika kenaikan harga sering terjadi jelang perayaan akhir tahun. Namun ia meminta agar kondisi itu tidak bertahan lama. “Mungkin ada yang mau cari keuntungan tapi tren psikologis ini jangan berlangsung lama,” pungkasnya. (hun/beb)

Komentar

News Feed