oleh

Warga Mulai Terserang Penyakit. Setelah Dilanda Banjir Empat Hari

SAMARINDA UTARA. Banjir di sejumlah wilayah di Samarinda memasuki hari keempat. Ketinggian air masih cukup mengkhawatirkan. Jika sebelumnya sepaha orang dewasa, sejak kemarin (6/9) sudah melebihi pinggang orang dewasa atau sekitar 87 sentimeter. Kondisi ini membuat warga kesulitan beraktivitas.

Air yang datang sudah bercampur lumpur. Warga pun harus merasakan berhari-hari merasakan dinginnya air membuat warga mengeluhkan kesehatan mereka. Terutama anak-anak yang mulai terserang gatal-gatal dan demam.

Untuk itu, tim PMI Kota Samarinda melakukan pengecekan kondisi warga sembari para relawan lainnya mendistribusikan bantuan makanan kepada warga.
“Kalau mau berobat yang lumayan jauh ke puskesmas, terlebih saat Banjir tinggi air bisa sepinggang orang dewasa. Alhamdulillah saat ini ada bantuan datang. Sekaligus ada tim medis yang datang untuk memeriksakan kesehatan warga di sini,” ungkap Fitria, (35) warga Jalan Asparagus, Bengkuring.

Baca Juga  Muzani, Gibran, hingga Gubernur Hadiri Jalan Sehat Bersama Masyarakat Sulsel

Sementara itu, Barkani, Korwil Posko 2 Damkar mengatakan, penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut dari laporan warga terdampak Banjir yang belum mendapatkan bantuan.
Meski bantuan sudah disalurkan, Barkani meminta kepada warga terutama ketua RT untuk proaktif memberikan informasi kepada petugas tentang warganya yang terdampak banjir. Sebab, pendataan sangat diperlukan agar warga itu mendapat bantuan.

Baca Juga  Muzani Minta Kader dan Relawan Tidak Jumawa Lihat Hasil Survei Prabowo yang Hampir Capai 50%

“Harapan, agar yang diberikan, bisa bermanfaat dan meringankan sedikit beban warga terdampak banjir. Kita himbau kepada para ketua RT untuk aktif melaporkan kondisi wilayahnya, baik kepada kelurahan mapun kecamatan,” harap Barkani.
Dedi Setiawan, Tim dari PMI menjelaskan, hasil dari survey ke rumah warga, pihaknya menerima berbagai macam keluhan kesehatan. “Rata-rata mengeluhkan gatal serta pilek dan tekanan tinggi. Ini penyakit yang biasa menyerang kawasan terendam banjir,” ungkap Dedi.

Baca Juga  Selesai Bercinta, Kepala PSK Diketok Palu, Rampas Emas yang Ternyata Imitasi

Dijelaskannya lagi, kebanyakan yang terserang gatal dan flu adalah anak atau balita. Sementara untuk hipertensi dialami para orang tua dan lanjut usai. “Kami menyarankan untuk warga yang sakit gatal dan flu untuk menjaga kesehatan dengan tidak memanfaatkan air Banjir sebagai air mandi. Untuk yang menderita hipertensi kami sarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutup Dedi. (kis/nha)

Komentar

News Feed