oleh

Desak Alat 7 Miliar Dimanfaatkan. Hyperbaric Chamber Kini Menganggur

TANJUNG REDEB. Manfaat hyperbaric chamber yang ada di Puskesmas Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan sampai saat ini tidak jelas. Padahal alat ini dibeli dengan harga Rp 7 miliar. Sayangnya setelah sempat beroperasi sebentar pada 2019 lalu, kini alat tersebut menganggur.

Desakan untuk mengoperasikan alat mahal ini terus bermunculan. Terutama dari penyedia jasa layanan tour diving yang ada di wilayah pesisir. Sebab hyperbaric chamber ini menjadi alat pertama pertolongan bagi wisatawan penyelam saat mengalami kendala kesehatan akibat penyelaman seperti dekompresi.

Pada awalnya alat ini diharapkan mampu menunjang sektor pariwisata bahari yang ada di Berau, sehingga penempatannya diposisikan di Tanjung batu yang merupakan gerbang menuju wisata bahari yang ada seperti Pulau Derawan, maratua, kakaban, Sangakali. Sejak awal keberadaan alat ini memang mengalami banyak kendala muai payung hukum untuk penarikan retribusi pemanfaatannya. Sebab diketahui, operasional alat ini memang tidak murah. Sementara belum ada payung hukum sehingga pengelola tidak berani mengambil resiko menarik retribusi, tetapi juga dihadang biaya operasional.

Baca Juga  Menparekraf Serahkan Master Plan Pulau Kumala ke Pemkab Kukar

Selain itu juga sulitnya mencari operator yang berkompeten.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Fery Kombong menyebutkan pihaknya mendorong dinas kesehatan untuk segera mencarikan solusi agar alat ini bisa dimanfaatkan. Ia menilai selain dibeli dengan mahal, juga memang sangat dibutuhkan terutama saat ada kondisi darurat seperti pasien dekompresi.

“Ya memang seharusnya difungsikan,bukan saja untuk wisatawan tetapi terutama bisa juga dimanfaatkan masyarakat untuk terapi,” ujarnya.
Politisi Gerindra ini mengatakan perlu segera mencari solusi. Sebab apabila masalah operator, menurutnya bisa saja segera dilakukan pelatihan atau mengirim orang untuk diikutkan pelatihan, diklat. “atau disekolahkan khusus untuk mengoperasikan alat tersebut,” sambungnya.

Baca Juga  Media Massa Hanya Kebagian Iklan Kampanye 14 Hari

Fery mengatakan, bahwa sangat disayangkan investasi alat semahal itu tidak kemudian ditelantarkan. “Nanti kami akan koordinasikan dengan dinas apa masalahnya disana supaya bisa difungsikan sesegera mungkin,” tutupnya.
Aspirasi pemanfaatan hyperbaric chamber Tanjung Batu seperti disampaikan salah seorang guide diving Yudi Rizal sangat dibutuhkan bagi wisatawan penyelam. “Karena menyelam ini olahraga yang berisiko tinggi,bisa terkena dekompresi yang bahkan menyebabkan kematian, sudah ada banyak kasus seperti itu, nah alat itu adalah pilihan utama bagi pasien dekompresi,” jelasnya.

Baca Juga  Plh Bupati: Ada Keluhan Pedagang

Ia berharap pemerintah daerah bisa segera kembali mengoperasikan guna mendukung sektor pariwisata Bahari Berau. bahkan alat ini menurutnya juga bisa digunakan terapi berbagai jenis penyakit lain diluar penyakit akibat menyelam.(as/beb)

Komentar

News Feed