KARANG ASAM. Isi otak BM, langsung penuh dengan pikiran mesum ketika melihat SA, gadis 18 tahun yang diakuinya sebagai kekasihnya itu mulai lemas karena dibawah pengaruh minuman keras (Miras) jenis anggur merah, Sabtu malam Minggu (5/12) lalu.
Terdorong nafsu yang sudah diubun-ubun. Pemuda 24 tahun itupun mulai memeloroti celana yang dikenakan SA, dan berusaha untuk menyetubuhi gadis yang merupakan warga Kutai Kartanegara (Kukar) itu.
Niat jahat BM tak berjalan mulus, pasalnya belum sempat memuaskan nafsunya. SA, gadis yang baru sebulan dikenalnya melalui media sosial Facebook itu berteriak sehingga membuat BM kelabakan.
Satu tangan BM sempat membekap mulut SA, sebelum akhirnya dia berdiri menyudahi aksinya dan meminta SA untuk kembali mengenakan celananya.
Ditengah kepanikannya yang khawatir tetangganya mengetahui niat buruknya itu. BM lantas bergegas mengantarkan SA pulang ke rumahnya di Tenggarong. Namun sialnya apa yang dilakukan BM, pekerja tambang batu bara itu justru menghantarkannya ke penjara lantaran orangtua SA tak terima dengan apa yang dilakukan BM.
“Jadi pelaku sempat dipanggil ke rumah korban, tapi karena orangtuanya korban tidak terima. Pelaku akhirnya dibawa ke Polresta Samarinda,” beber Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Teguh Wibowo.
Dijelaskan Teguh, bahwa kasus persetubuhan itu berawal ketika BM mengajak SA jalan-jalan ke kawasan Tepian Mahakam.
“Setelah itu pelaku membawa korban ke kos-kosan milik temannya di kawasan Samarinda Seberang. Namun sebelum ke indekos itu, pelaku lebih dulu membeli miras (anggur merah) yang akan mereka minum bersama,” terang Teguh.
Di saat pesta miras berdua. Beberapa kali BM meraba dan menciumi SA. Hal itulah yang memicu nafsu BM meningkat, sehingga nekat memyetubuhi SA.
“Pelaku sempat menyetubuhi korban meski tidak berlangsung lama. Pelaku melakukannya dengan bujuk rayu dan juga memaksa,” tandas Teguh.
Sementara itu, BM tak menampik tuduhan itu. Namun dia mengatakan perbuatan itu dilakukannya karena SA saat itu tak menolak ajakan bersetubuh.
“Karena saya sempat cium dan pegang-pegang. Saya juga sempat pakai jari. Dia (SA, Red) juga tidak marah. Pas saya coba mau memasukan saja, dia baru teriak,” ujar BM.
Saat berusaha menyetubuhi itu. BM berbisik ke SA, akan bertanggung jawab jika nantinya SA hamil.
“Ya, saya sudah bilang begitu. Dia awalnya iya-iya saja, tapi pas di sini (kantor polisi) kok malah dia tidak mengakui,” sesalnya.(oke/beb)











Komentar