SANGATTA. Meskipun telah memiliki istri bahkan anak, namun Heri (30), warga Sangatta Selatan masih nekat berbuat cabul. Pria yang tinggal di barak itu merekam tetangganya untuk sekedar memuaskan nafsunya. Heri mengintip ibu dan anak, tetangganya yang sedang mandi. Akibat perbuatannya, Heri ditangkap polisi atas laporan korban, Jumat (9/4) sekitar pukul 18.00 Wita. Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, Heri kini mendekam dalam sel Polres Kutim.
Kasat Reskrim Polres Kutim AKP A Rauf dalam jumpa pers yang dilakukan di Mapolres Kutim kemarin Senin (12/4) menjelaskan penahanan tersangka Heri dilakukan karena penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menjerat tersangka. Dimana tersangka disangka melakukan perbuatan pidana melanggar UU Pornografi sebagaimana dalam pasal 29 atau 35 UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi, yang intinya memproduksi, atau menjadikan seorang anak sebagai objek pornografi, yang dapat diancam dengan hukuman 12 tahun penjara, atau denda Rp250 juta maksimal Rp6 miliar.
“Yang laporkan tersangka saat itu ibu korban, yang juga sebenarnya jadi objek perekaman tersangka saat mandi. Jadi selain anak, ibu korban juga direkam kalau mandi. Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, tersangka sudah akui, perekaman dilakukan dalam dua bulan terakhir, setiap korban mandi,” Jelas Rauf.
Perekaman tetangga yang mandi gampang dilakukan karena korban dan tersangka kamar mandinya hanya dipisahkan oleh dinding kayu. Karena dinding kayu, ada selanya, dimana tersangka merekam korban setiap mandi.
“Jadi setiap habis merekam, kemudian ditonton untuk memuaskan dirinya lalu dihapus. Jadi tidak ada yang disebar. Untuk sementara, yang kami tahu hasil rekamnya sekitar 20 kali, tapi masih bisa jadi lebih dari itu, karena itu akan diserahkan ke tim forensik untuk mengungkap berapa kali sebenarnya tersangka merekam korban sedang mandi,” jelas Rauf.
Sementara itu, tersangka pada wartawan mengakui telah menyesal melakukan perbuatan itu. Diakui, dia beraksi setiap mendengar percikan air, menunjukkan orang sedang mandi. Jika dilihat yang mandi itu ibu korban serta korban, maka dia langsung rekam. “Saya rekam karena ada kepuasan tersendiri bagi saya saat nonton rekaman tetangga mandi. Tapi tidak saya sebar ke orang lain,” kata pria yang sehari-harinya kerja sebagai tukang bangunan. (jn/beb)











Komentar