oleh

Pastikan Tidak Ada Proyek Siluman. Bupati Ingin Optimalkan SIPD

SANGATTA. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Suleman mengakui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang dibangun pemerintah pusat saat ini, sangat baik. Karena itu, dengan sistem ini maka ke depan, tidak akan ada lagi proyek siluman, atau proyek yang tidak masuk usulan masyarakat, yang akan akan dibangun secara ujuk-ujuk.

“Dengan SIPD ini, maka saya pastikan tidak akan ada lagi proyek siluman,” tegas Ardiansyah Suleman pada wartawan beberapa hari lalu di Aula Kantor Kecamatan Sangatta Selatan usai Musrembang.
Diakui, dengan SIPD, semua program usulan dari masyarakat, itu masuk sejak musyawarah pembangunan desa. Usulan itu pun langsung dimasukkan dalam sistem, secara benjenjang. Termasuk di Musrenbang Kecamatan, yang masuk usulan itu adalah usulan di musrenbang desa.

“Jadi selain tidak memungkinkan ada proyek siluman, dengan SIPD ini maka pemerintah bisa menindaklanjuti program yang telah masuk SIPD itu kapan saja untuk dibangun, kalau memang ada anggaran. Jadi yang penting sudah masuk SIPD, kapan ada uang bisa langsung dibangun,” katanya.

Seperti diketahui, selama ini banyak keluhan masyarakat, termasuk aparat desa, karena musrenbang hanya dianggap sebagai acara seremonial tahunan. Sebab apa yang diusulkan masyarakat, tidak banyak yang ditindaklanjuti, dengan alasan anggaran tidak cukup. Namun anehnya, banyak proyek-proyek yang tidak pernah diusulkan, justru dikerjakan dimana-mana.

Baca Juga  Kajari Target Limpahkan Desember Ini. Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

Yang paling menjadi sorontan diantaranya adalah kanopi, yang dibangun dimana-mana. Bahkan ada kantor atau UPTD, yang halamannya hampir ketutup kanopi. Padahal, dalam musrembang, tidak pernah muncul usulan pembangunan kanopi. Bahkan kantor yang memang telah tutup bertahun-tahun seperti UPTD TV Kutim, masih dibangun kanopi.

Program lain yang banyak umuncul ujuk-ujuk selama ini adalah pembangkit listrik tenaga matahari. Meskipun instandi dalam kota, juga dapat, meskipun di instansi itu juga ada alistrik PLN. Program ini bahkan konon menyedot anggaran hingga puluhan miliar rupiah per tahun.
Namun dengan pemerintahan baru, dipastikan program seperti itu tidak akan ada lagi tahun depan. (jn/beb)

Komentar

News Feed