oleh

Bidang Waka Kehumasan SMP N 2 Gelar Sosialisasi Stop Bullying

SAMARINDA – Bidang kehumasan SMP Negeri 2 Samarinda menggelar sosialisasi stop bullying. Kegiatan yang diselenggarakan di aula SMP N 2 menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perembuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Rabu,(16/11/2022).

Kepala SMP Negeri 2 Misradianto mengatakan, saat ini teknologi komunikasi memiliki dampak positif dan negatif. Dia menyampaikan, penggunaan alat komunikasi disekolah hanya diperbolehkan saat tidak ada kegiatan belajar.

“Penggunaan Handphone (HP) hanya digunakan saat tidak dalam kegiatan belajar, kecanggihan teknolohi informasi saat ini ibarat pisau bermata dua,” ucapnya.

Baca Juga  Tenggelam, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan Trawl di Tanjung Berukang

Dikatakan, saat ini sekolah selalu melakukan edukasi pada siswa terkait penggunaan HP di lingkungan sekolah. Kecanggihan komunikasi saat ini justru mengurangi kumonikasi langsung diantara anggota keluarga.

“Saat ini hampir semua anak memiliki HP, dalam keluarga juga demikian. Sehingga komunikasi secara langsung justru jarang dilakukan. Karena masing-masing sibuk dengan HP,” tambahnya.

Anggota keluarga yang terlena dengan kecanggihan aplikasi yang terdapat dalam HP mengakibatkan kurangnya perhatian antar keluarga. Misradianto megimbau kepada seluruh siswa untuk dapat menghentikan penggunaan HP saat berada di rumah.

Baca Juga  Buka Peluang Kembangkan Kawasan Perkotaan Baru Dirjen PKT Tunggu Usulan Pemkab Berau

“Minimal sejak magrib sampai dengan isya siswa tidak menggunakan HP saat di rumah. Jadikan waktu  untuk berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain sehingga komunikasi dapat terbangun dalam keluarga,” ucapnya.

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Lenny Nurlina juga menyampaikan,  kegiatan ini bentuk kolaborasi antara bidang humas dan kesiswaan SMP N 2 Samarinda. Dia menyampaikan, saat ini kurangnya pemahaman siswa tentang bully menjadi persoalan penting.

Baca Juga  Gubernur Minta Satpol PP Humanis. Pimpin Apel Siaga se-Kaltim

“Anak-anak mungkin kurang menyadari, ketika mengolok teman itu adalah bagian dari bully. Mereka seringkali menganggap apa yang dilakukan dalam konteks bercanda,” sambungnya.

Apa yang dialami atau dilakukan siswa tanpa disadari telah merugikan teman. Sementara bully bukan hanya dalam bentuk perundungan secara verbal dan non-verbal, namun membuat situasi yang tidak nyaman dengan bercanda juga termasuk dalam kategori bully. (Ria)

News Feed