oleh

Warga Mulai Kehabisan Makanan. Sejumlah Kampung Terendam Sejak Lebaran

TANJUNG REDEB. Sejumlah kampung terendam Banjir sejak Kamis hingga Minggu (16/5) kemarin. Kampung Long Lanuk,Tumbit Dayak,Tumbit Melayu serta kampung Long Laai merupakan wilayah Hulu yang terendam banjir. Oleh masyarakat, Banjir besar seperti itu merupakan siklus yang memang kerap melanda kampung-kampung yang berada di pinggir sungai besar yakni Kelay dan Segah.

Banjir sudah melanda sejak Kamis lalu seperti diungkapkan Camat Segah, Tri Anggoro Rahardjo. Menurutnya Banjir mulai terjadi sejak Kamis dinihari dan merendam sejumlah rumah warga.
Seperti misalnya kampung long La’ai terdapat 167 kepala keluarga dari 4 RT yang terendam dan terdampak. Selain itu ratusan rumah lainnya di kampung-kampung lain di bantaran Sungai Kelay juga mengalami hal sama.

Warga berharap ada bantuan dari pemerintah mengatasi persoalan yang biasa muncul saat banjir. Seperti Diutarakan Shoel, salah seorang kerabat warga yang tertimpa musibah Banjir mengungkapkan, biasanya air bersih yang paling dibutuhkan warga. “Air bersih, makanan,dan obat-obatan, karena biasanya macam-macam penyakit kalau sudah banjir,” jelasnya.

Selain itu hewan-hewan ternak warga juga banyak yang mati karena tidak sempat diselamatkan.
Kepala kampung Long La’ai, Engdalah mengungkapkan, harapan terbesar warganya saat ini adalah kebutuhan pokok. “Karena banyak makanan kami yang terendam banjir,” ujarnya.

Baca Juga  Ulang Tahun PMI, Wagub Donor Darah

Selain dari pemerintah daerah, bantuan dari perusahaan seperti swasta, jajaran Polres BErau dan Kodim 0902/TRD juga gerak cepat dengan menyalurkan sejumlah bantuan pangan pokok kepada korban banjir.
“Kita coba membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, kami sudah melakukan kunjungan dan memberikan bantuan sembako karena itu yang paling dibutuhkan korban saat ini,” ujar Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo.

Baca Juga  Dari Era 70an, Bertemu Insan Pers Kaltim Dalam Wartawan Legend Bedapatan

Sementara itu, Dandim 0902/TRD letkol Inf Fardin Wardhana menyebutkan perlu ada koordinasi yang baik dari semua pihak untuk mengatasi musibah seperti ini. “Seperti diketahui ini Banjir tahunan yang biasa terjadi karena luapan Sungai Kelay dan Segah, sehingga perlu antisipasi kedepannya, juga perlu dibuatkan SOP, sehingga bisa meminimalisirkan kerugian atau korban banjir,” jelasnya. (as/beb)

Komentar

News Feed