oleh

‘Pemuda Galon’ yang Viral di Balikpapan Akhirnya Pulang Kampung

BALIKPAPAN – Aksi nekat Dedi Purnomo (27), warga dusun Putukrejo, Desa Kemantren, Jabung, sempat viral di media sosial. Dedi waktu itu nekat berenang menggunakan dua buah galon kosong dan terapung di perairan laut Balikpapan, Kalimantan Timur atau Kaltim beberapa waktu lalu.

Dedi Purnomo sempat terapung selama 3,5 jam sebelum ditemukan oleh nelayan Balikpapan. Nah, pada Sabtu malam, 19 Desember 2020, Dedi Purnomo tiba di rumahnya, di Malang, setelah dipulangkan dan diongkosi Pemkot Balikpapan.

Dia datang disambut Camat Jabung, Hadi Sutjipto yang ditugasi langsung oleh Bupati Malang, HM.Sanusi untuk di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kedatangan Dedi sudah ditunggu orang tua dan warga setempat yang diketahui sudah menunggu sejak sore hari. Bupati Sanusi spontan memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 5 juta dan bantuan sembako yang diserahkan oleh Kadinsos Kabupaten Malang H Nurhasyim, SH.Msi.

Nurhasyjm menyatakan Bupati Sanusi selama ini sangat konsern dan menaruh perhatian yang besar terhadap setiap warga masyarakat Kabupaten Malang. Salah satunya seperti nasib yang dialami Dedi Purnomo tersebut.

Baca Juga  150 Ribu Warga Balikpapan bakal Mendapat Vaksin Covid-19

“Beliau (Bupati) memang sangat tanggap terhadap berbagai persoalan yang dialami warga, dan cepat memberikan keputusan seperti yang kita lakukan saat ini,” ujar Nurhasyim.

Dedi Purnomo mengaku aksi nekatnya tersebut dilakukan karena keinginannya untuk pulang ke kampung halamannya di Jabung. Dedi Purnomo baru lima bulan di Balikpapan dan bekerja di sebuah warung.

Karena kondisi tangan Dedi Purnomo yang berkekurangan, maka sang majikan memecatnya. Karena itu, sewaktu dia mau pulang ke Malang, Jawa Timur, Dedi Purnomo tak memiliki ongkos.

Baca Juga  Kaltim Dijatah 7.680 Dosis Vaksin untuk Warga Lansia

Dia mengaku baru lima bulan di Balikpapan. Kebetulan, dirinya kerja di warung setemapt. Namun, majikan melihat tangannya cacat dan langsung memberhentikannya. Praktis dia pun tidak memiliki pekerjaan. Meski ada kakak, tapi sungkan. Mau pulang kampung biaya tidak ada.

“Makanya saya nekat dengan berbagai cara agar bisa pulang, pikiran saya sudah buntu terus nekat berenang dengan mengandalkan galon kosong,” ujar Dedi Purnomo kepada media setempat. [ks]

Komentar

News Feed