TANJUNG REDEB. Program penanganan Covid-19 di Berau jangan sampai kendor. Hal itu ditegaskan pelaksana harian (Plh) Bupati Berau, M Gazali Jumat (19/2). Melihat kondisi terkini dimana jumlah pasien positif masih ada, bahkan kasus meninggal akibat Covid-19 terus bertambah.
Dalam rapat evaluasi pengendalian covid, Gazali mengatakan, pentingnya evaluasi pelaksanaan instruksi gubernur maupun bupati tentang pemberlakuan pembatasan sebagai upaya mengendalikan penyebaran.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini ada penurunan angka pasien positif. “Oleh karena itu seharusnya bisa dibarengi dengan upaya penekanan agar tidak ada lagi kasus positif, kita harus tetap semangat agar tim Satgas tetap mengawal dan melaksanakan instruksi gubernur maupun bupati termasuk perlunya penjadwalan tetap dan intens tim bisa menegakkan disiplin protokol kesehatan sesuai dengan yang disepakati,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut juga ada beberapa masukan termasuk usulan revisi instruksi bupati, namun hal itu masih akan dibahas sembari menunggu pelantikan bupati dan wakil bupati Berau terpilih.
Usulan dimaksud berasal dari masyarakat yang masih perlu ditelaah dan dibahas bersama. Mengingat ada hajat hidup orang banyak yang berkaitan dengan kebijakan sesuai instruksi gubernur itu.
“Nanti kita susun lebih baik lagi sambil menunggu pelantikan bupati wakil bupati terpilih. Jadi kita siapkan semua revisi maupun masukan dari masyarakat,” ujarnya lagi.
Untuk pelaksanaan protokol kesehatan sendiri kata Gazali masih seperti pada biasanya yakni sesuai instruksi Gubernur terkait Kaltim Steril hanya saja untuk pasar di Berau tetap menyesuaikan sesuai dengan instruksi bupati yakni pemberlakuan jam operasional.
Selama pelaksanaan instruksi Gubernur dan bupati tersebut, ada banyak masukan masyarakat yang meminta adanya kelonggaran.Terutama berasal dari pedagang yang mengeluhkan lesunya perputaran barang dan ekonomi. Menurut Gazali itu akan dibahas ulang nanti. (as/beb)











Komentar