oleh

Infrastruktur Berau Paling Siap Dukung Perpindahan Ibu Kota Negera

TANJUNG REDEB – Jika rencana ibu kota negara benar-benar direalisasikan untuk pindah ke Kaltim, maka Berau akan menjadi salah satu daerah yang sangat siap memberikan dukungan. Hal tersebut dilihat dari sisi dukungan infrastruktur yang ada di Berau.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurahman mengatakan, Berau saat ini menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki dua bandara. “Bandara Kalimarau dan Bandara Maratua, menjadi potensi unggulan yang dimiliki Berau, guna mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata,” katanya (23/11).

Di sektor perhubungan laut, Berau juga memiliki pelabuhan memadai, termasuk rencana pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Batu serta pembangunan Pelabuhan Mantaritip yang tentunya akan terus dilanjutkan. Ada pula Pelabuhan Maratua dan Pelabuhan Biduk-biduk yang sedang ditingkatkan kapasitasnya, sehingga bisa disandari kapal lebih besar.

Dukungan sektor perhubungan yang memadai ini tentu akan membantu perkembangan perekonomian di Berau yang memiliki potensi pertambangan batu bara, kelapa sawit, selain pariwisata yang juga dijadikan andalan penting.

Baca Juga  Berterima Kasih ke SMSI Sumut Telah Donorkan Darah, PMI Medan: Selamat HUT ke-7 SMSI

“Ketika ibu kota negara pindah ke Kaltim, Berau akan menjadi daerah tujuan wisata utama di negara ini. Warga ibu kota akan mudah mengakses lokasi wisata di Derawan dan sekitarnya. Apalagi di Maratua sudah ada bandara,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin, nantinya akan ada penerbangan reguler harian dari Balikpapan atau Samarinda, menuju Pulau Maratua. Sebab yang ada saat ini masih penerbangan perintis. Atas alasan itu pula, landasan pacu Bandara Pulau Maratua juga akan direncanakan untuk diperpanjang. Harapannya, pesawat berbadan lebar bisa mendarat di pulau ini.

Baca Juga  Setelah Prananda, Puan

Untuk transportasi darat, saat ini juga sudah tersedia angkutan terjadwal Samarinda – Berau yakni dari Bus Damri. Jika mobilitas sudah semakin meningkat, frekuensi keberangkatan akan menyesuaikan. Saat ini, baru berangkat dua kali dalam seminggu. (vivaborneo.com)

Komentar

News Feed