oleh

25 Staf KPU Positif, 1 Meninggal. Dinkes: Bukan Klaster Pilkada

SAMARINDA KOTA. Hal yang dikhawatirkan itu akhirnya terjadi juga. Ancaman terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca pelaksanaan pilkada kini mulai terbukti. Setelah dua komisioner dan Sekretaris KPU Samarinda dinyatakan positif Covid-19, kini 25 staf pun juga dipastikan positif terjangkit. Satu di antaranya bahkan meninggal dunia.

Puluhan pasien baru itu memunculkan klaster KPU Samarinda. Mereka diduga baru terpapar usai pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara akhir di tingkat Kota Samarinda yang digelar Rabu (16/12) lalu.
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat memang menginstruksikan agar seluruh staf untuk melakukan uji swab. Hal ini setelah dua komisioner dan sekretaris yang postifi terlebih dahulu. Hasilnya, terdapat 25 pegawai dan staf yang positif. Sebagian dari mereka yang telah dinyatakan positif kini tengah menjalani isolasi di RSUD IA Moeis.

Sebelumnya, pada Selasa (21/12), seorang staf KPU Samarinda bernama Andhi Septi Handoko berpulang. “Setelah mengadakan pleno, kami langsung mengadakan tes swab massal. Dari situ baru banyak yang terdeteksi positif,” urai Firman.

Namun hingga saat ini Firman dan dua komisioner lainnya: Nina Mawaddah dan Ihsan Hasani hingga saat ini dinyatakan negatif. Sementara dua komisioner lainnya yang dinyatakan positif sejak pekan adalah Muhammad Najib dan Dwi Haryono. Kini keduanya juga telah sembuh. Termasuk Sekretaris KPU Samarinda Uni Eka Wirawati yang juga juga sudah dinyatakan negatif.

Firman meminta agar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda melakukan tracking kepada sejumlah keluarga dari stafnya yang saat ini dinyatakan positif. Sebab, bagi Firman, sebagian besar pegawai yang terlihat sehat juga bisa dinyatakan positif. “Mereka setiap hari interaksi dengan keluarganya, sehingga harus di tracking juga,” tegas Firman.

Baca Juga  Hujan Datang, Longsor Mengancam. Rumah Warga Sambutan Terancam Ambruk

Termasuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga diminta untuk segera melakukan rapid tes. Sebagai bagian dari upaya pendeteksi awal. Firman mengakui hal ini memang tidak mudah, sebagai dampak terselenggaranya kontestasi politik tahun ini. Firman pun berencana untuk rutin melakukan tes massal. Pasca seluruh pegawai yang dinyatakan positif, telah sembuh. “Sehingga suasana kantor bisa kembali nyaman dan aman,” kata Firman.

Setelah sebelumnya di Samarinda Seberang, Rabu (23/12) kemarin, belasan anggota KPPS Kecamatan Samarinda Kota mengikuti uji rapid test massal yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.
Kegiatan ini dilakukan, guna mendeteksi secara dini, apakah ada anggota KPPS yang terpapar Covid-19. Sehingga, langkah antisiapsi bisa dilakukan khususnta untuk penyembuhan.

Baca Juga  Dorong Kemandirian, Desa Teluk Muda Dapat Bantuan Sapi

“Kami sadari, kesadaran dan tingkat partisipasi rekan rekan PPS dan KPPS Se Kec Samarinda kota untuk mengikiti ravid test paska pelaksanaan Pilwali Samarinda tahun ini sangat baik, mereka alhamdulillah mau datang kesini,” ucap Camat Samarinda Kota Anis Siswanti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, dr Ismed Kusasih seperti dilansir dari media online justru membantah adanya klaster pilkada.
“Tidak ada itu kluster pilkada. Bukan,” ujar Ismed, kemarin.

Menurutnya, dengan patuh terhadap protokol kesehatan sehingga kewaspadaan tidak hanya terfokus pada satu klaster saja. Tetapi pada semua daerah manapun di Samarinda, termasuk di keluarga.
“Kan sebarannya hanya di KPU Samarinda, sama saja dengan perkantoran-perkantoran lainnya,” imbuhnya. (hun/nha)

Komentar

News Feed