oleh

Jaga Jarak Sulit Diterapkan. Hasil Pengecekan ke Kawasan Citra Niaga

SAMARINDA KOTA. Terbitnya Perwali Kota Samarinda Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak membuat pemilik usaha, khususnya kafe mentaati aturan yang telah digariskan Pemkot Samarinda.

Perwali hanya dianggap secarik kertas yang dibuat, kemudian dibagikan namun tidak ditaati isi dan peraturan di dalamnya. Ini terbukti dari masih banyaknya kafe yang buka melebihi ketentuan. Tak hanya itu, para pengunjung justru membeludak tanpa jaga jarak dan ada pula tanpa menggunakan masker.

Kondisi ini ditemukan saat Forkopimcam Samarinda Kota bersama Dinas Perdagangan, Satpol PP Kecamatan dan BPBD Kota Samarinda menyambangi sejumlah kafe di Kompleks Pertokoan Citra Niaga, Rabu (23/6/2021) malam sekitar pukul 22.30 Wita.

Camat Samarinda Kota, Anis Siswantini harus menggunakan pengeras suara untuk kembali mengingatkan pengunjung agar mentaati prokol kesehatan. Sayangnya imbauan ini tak membuat pengunjung bergeming dari tempat duduknya yang terlihat berkerumun tersebut.

“Kedatangan kami ini sudah kesekian kalinya. Dan memang para pengunjung tidak mentaati prokes yang sudah digariskan. Saya juga pusing harus bagaimana. Upaya kami ya sebatas imbauan saja, sementara penindakan itu ada di tangan penegak Peraturan daerah (perda),” kata Anis.

Baca Juga  Sudah Bayar DP Rp250 Ribu, Pelaku Pembunuh RA Mengaku Merasa Ditipu

Meski tak bisa melakukan penertiban dalam hal melakukan penindakan, Anis tetap mengingatkan pengunjung akan bahaya Covid-19 yang belum berakhir di Kota Tepian.

“Ya, hal tersulit memang menjaga jarak. Kalau sudah berkumpul seperti ini sudah lupa dengan anjuran pemerintah ini,” ungkap Anis

Selain kepada pengunjung, dirinya juga meminta kepada pengelola kafe agar mentaati Perwali Samarinda. Di samping itu mengingatkan pengunjungnya untuk menjaga jarak dan menggunakan masker.

Baca Juga  MK Putus 10 Permohonan

“Langsung tegur kalau ada pengunjung yang tidak pakai masker atau kurang jaga harak. Dan pengelola juga harus melihat situasi di kafenya. Kalau ramai ya harusnya dibatasi jumlah kursi,” ungkap Anis

Anis berharap, dengan ketaatan pengunjung dan kepedulian pemilik kafe. Pandemi Covid-19 di wilayah Samarinda Kota bisa dikendalikan.

“Akan sulit lepas panedmi Covid-19 jika masyarakat kita kurang peduli dengan protokol kesehatan. Untuk itu, tak bosan kami sellau mengingatkan saat menggelar razia persuasif ini,” pungkas Anis. (kis/rin)

Komentar

News Feed