oleh

SMK Ibnu Khaldun Balikpapan, Bangun Karakter Mandiri Siswa

BALIKPAPAN – SMK Ibnu Khaldun Balikpapan merupakan salah satu satuan pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari ratusan satuan pendidkan SMK di Kalimantan Timur (Kaltim) yang membangun sumber daya manusia (SDM).

SMK Ibnu Khaldun yang didirikan 23 Maret 1992 di Jalan Semoi RT13 No.23 Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kaltim. Semula, sekolah ini bernama SMEA Ibnu Khaldun Balikpapan.

Kepala SMK Ibnu Khaldun, Syarifuddin mengatakan, SMK ini mengusung visi menjadikan peserta didik mempunyai imtaq, iptek dan terampil. Menanamkan kepribadian percaya diri, berwawasan lingkungan yang sehat, berwirausaha sehingga kelak mampu mandiri. Alumni siswa SMK ini diharapkan bermanfaat bagi dirinya sendiri, bangsa dan negara.

Baca Juga  German Antar Granada Raih Tiga Poin

Siswa SMK Ibnu Khaldun saat ini berjumlah 348 orang terdiri atas kelas X, XI, XII dengan program studi komtensi akuntansi dan keuangan perkantoran, teknologi Komputer dan jaringan, teknik kendaraan ringan otomotif dan teknik alat berat.

“Siswa SMK itu tidak hanya dibekali knwoledge/pengetahuan tetapi juga harus memiliki skills/keterampilan, di masa pandemi ini kami harus melakukan cara yang tepat dalam praktik agar siswa tetap bisa terampil memiliki skills saat lulus nanti,” kata Syarifuddin.

Baca Juga  Hari Ini Pengurus DPD PAN Samarinda Dilantik

Syarifuddin, menambahkan SMK-nya di samping membentuk siswa Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berwawasan lingkungan sehat juga membekali siswa dengan karakter yang berbudi luhur dan berpendirian kokoh, teguh,

“Kalau karakternya sudah terbangun maka pendiriannya akan kokoh. Misalnya siswa berkata saya kelak harus menjadi ahli otomotif, maka tanpa dipaksa siswa itu akan terus belajar sendiri. Karenanya, membangun karakter siswa merupakan pondasi utama bagi kami. Sebab karakter yang kokoh membentuk SDM menjadi mandiri.”jelasnya

Baca Juga  Deal, 1 Juta Ton CO2e Kelebihan Penurunan Emisi Kaltim Bakal Dibeli Carbon Fund

Syarifuddin mengatakan, masa pandemi Covid-19 sekolah melakukan metoda pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. (misman)

Komentar

News Feed