oleh

Perabotan Rusak Terpaksa Dibuang. Pasca Banjir, Warga Mulai Bersihkan Rumah

BATU CERMIN. Banjir yang menggenangi Jalan Batu Cermin Gang Anugrah dan Gang H Fathan RT 06, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara sudah sepenuhnya surut. Banjir menyisakan endapan lumpur cukup tebal sehingga mengotori permukiman warga dan jalan menjadi licin. Endapan lumpur bahkan membuat sejumlah perabotan warga rusak parah.

Aktivitas warga saat ini disibukkan dengan bersih-bersih di sekitar rumah masing-masing hingga lingkungan sekitar terdampak banjir. Bersama para relawan, warga membersihkan sisa lumpur yang masuk rumah, juga menghilangkan noda lumpur dari barang-barang rumah tangga hingga jalan permukiman, Senin (11/1).
“Bersih-bersih sudah dilakukan sejak dua hari lalu pasca Banjir dan genangan lumpur terjadi. Namun karena luasan terdampak lumpur sangat banyak, sehingga perlu beberapa hari untuk membersihkannya,” terang Ketua RT 06 Anton.

Sejumlah perabotan yang masih dimungkinkan digunakan dibersihkan. Sementara barang yang telah rusak dan hancur akan dibuang. “Bersih-bersih juga dibantu petugas Dinas Pemadam Kebakaran. Harapannya cepat selesai, cepat bersih, supaya rumah bisa bisa ditempati kembali dengan nyaman,” ujar Anton.
Berdasarkan data, tercatat 21 rumah warga terdampak musibah tanah longsor yang menerpa kawasan padat penduduk tersebut. Sebelum menyebabkan longsor, air bah setinggi dada orang dewasa lebih dulu merendam kawasan yang berada di lereng perbukitan itu.

Baca Juga  SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi

“Musibah ini merupakan yang terparah sejak kami tinggal di kawasan ini. Kemungkinan ini akibat adanya aktivitas galian di atas, serta kawasan permukiman yang menjorok ke sungai. Sehingga sungai menyempit dan debit air meluap ke pemukiman warga,” ungkap Anton.

Camat Samarinda Utara Syamsu Alam turut menyampaikan hal serupa. Dirinya juga membenarkan terjadinya penyempitan aliran sungai dan adanya galian yang diduga tambang batu bara sebagai faktor musibah ini terjadi. “Ini karena sungainya sempit, datang air banyak jadinya meluap,” ucap Syamsu, Jumat (8/1) lalu. (kis/nin)

Komentar

News Feed