oleh

PDAM Akan Bangun IPA di Bengalon. Cadangan Air Bersih Aman 50 Tahun

SANGATTA. Bengalon merupakan salah satu kecamatan yang berkembang sangat pesat di Kutai Timur. Pertumbuhan penduduknya sangat tinggi, karena banyak perusahan yang masuk berinvestasi, sehingga banyak perpindahan penduduk ke sana.

Perusahan Daerah Air Mium (PDAM) Tirta Tuah Benuah yang mendapat tugas menenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Bengalon, kini sedang sibuk merencanakan pembangunan Instalasi pengolahan Air (IPA) yang cukup besar, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Bengalon, yang terus bertambah. Dalam perencanaan pembangunan tersebut, PDAM mengatakan akan membangun IPA, di lokasi dengan sumber air yang aman untuk 50 tahun ke depan. Lokasinya masih di sepanjang sungai Bengalon.

“Lokasinya kita sudah termukan, tapi kami rahasiakan. Sebab, lokasi yang akan kita ambil, cukup luas, mengantisipasi kebutuhan lahan untuk pembangunan IPA, 50 tahun ke depan, seperti di Sangatta. Jadi selain sumber airnya aman, kebutuhan lokasi pembangunan untuk jangka panjang juga sudah disiapkan,” jelas Direktur PDAM, Suparjan.

Dikatakan, pihaknya akan membangun IPA di lokasi yang memang dipersiapkan jangka panjang. Sebab tidak ingin memindahkan IPA, seperti kasus di Sangatta dulu, hanya karena sumber air baru yang lebih baik, kemudian harus memindahkan IPA. Masalah ini harus diantisipasi jangka panjang.

Baca Juga  Taufiqurrahman Ruki Sebut Keinginan Penggagas Provinsi Banten Belum Sepenuhnya Terwujud

Disebutkan, PDAM Cabang Bengalon saat ini produksinya masih sekitar 15 liter per detik. Itu hanya untuk memenuhi kebutuhan bagi 1.449 pelanggan. Itu jumlah yang masih jauh dari kebutuhan masyarakat, karena itu artinya hanya sekitar 20 persen masyarakat yang terlayani. Jadi kebutuhan sekarang ini seharusnya kapasitas 50 liter per detik. Makanya daftar tunggu untuk pelanggan di Bengalon ini masih sangat tinggi.

Baca Juga  Penghargaan SMSI: Azyumardi Azra Pelopor Pers Merdeka

“Selama ini yang jadi masalah di IPA PDAM Bengalon itu sumber air, terutama pipa induknya. Sebab selalu dirusak binatang, dilubangi. Meskipun sudah diganti tiga tahun lalu, kini mulai lagi dikikis. Jadi ini jadi masalah, yang juga akan diantisipasi untuk ke depannya,” katanya. (jn/beb)

Komentar

News Feed