LOA JANAN. Perayaan malam pergantian tahun dengan kepungan air dialami warga Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ya, Banjir meluap di kawasan ini. Sedikitnya lima dusun dari di dua desa mendapat “serangan” air dari Sungai Loa Haur, yang hulunya di Sepaku dan bermuara di Sungai Mahakam.
Debit ketinggian air semakin parah menjalang pagi kemarin (1/1). Air bercampur lumpur semakin tinggi dan masuk ke rumah-rumah warga yang berada di pinggir sungai.
Dusun yang terendam yakni: Jahuq RT 20 dan Bentirah RT 21 di Desa Bakungan, Loa Janan. Sedangkan tiga dusun lagi berada di Desa Loa Duri Ulu, Loa Janan: Dusun Gintung, Putaq Bugis, dan Musaping RT 10 serta 14 (Kilometer 5).
Sebanyak 36 rumah warga terendam dan dikepung air setinggi 1,5 meter. 17 rumah di RT 20, 13 di RT 21, dan 6 rumah di RT 10 serta RT 14.
Banjir yang diperparah curah hujan tinggi sejak dua hari terakhir. Akibatnya, 5 hektare sawah dan kebun warga rusak karena terendam. Petani memperkirakan, hanya tersisa 40 persen tanaman padi yang bisa dipanen. “Itu kalau surut. Ya, pasti tidak ada yang bisa dipanen,” kata Mustafa (51), warga RT 20.
Menurutnya, kerusakan padi itu bukan hanya karena terendam air yang cukup lama. Juga disebabkan air yang bercampur tanah lumpur.
“Bisa jadi luapan air sungai ini karena air dari kolam-kolam tambang meluap. Karena dari atas itu (hulu sungai) banyak tambang,” ucap Mustafa.
Pasang air sungai hingga memicu terendamnya permukiman memang bukan pertama kali terjadi. Nursiah (35), warga RT 20 mengatakan, pada April 2018, luapan serupa pernah terjadi. Bahkan air sempat merendam rumah warga dengan ketinggian 50 cm.
“Biasanya 4 hari, 4 malam (terendam). Itupun kalau tidak hujan lagi dan air Sungai Mahakam tidak pasang. Dulu-dulu juga pernah terjadi, bahkan sampai jembatan kayu rusak parah. Tapi sudah diganti dengan jembatan baru yang lebih besar,” ujar Nursiah.
Diungkapkannya, dalam kondisi seperti itu tentunya bantuan sangat diharapkan. Di mana sembako dan obat-obatan paling diperlukan.
“Kami tidak mungkin meninggalkan rumah, karena seperti saya ini tidak ada keluarga di tempat lain. Selain itu juga tidak ada tempat pengungsian yang disediakan. Jadi kalau malam, tidurnya sementara menumpang di musala,” pungkasnya.
Di lokasi luapan aliran Sungai Loa Haur sejumlah relawan dan BPBD Kukar serta Polsek Loa Janan sudah ada di TKP.
“Kami bersama dengan relawan dan BPBD membantu jika ada warga yang membutuhkan untuk dievakuasi. Sampai saat ini baru dua kepala keluarga yang mau dan sudah dievakuasi,” tutur Kapolres Kukar, AKBP Marsulin Ginting, melalui Kapolsek Loa Janan, AKP M Yasir.
Dikatakannya, untuk tenda dan dapur umum sementara bantuan yang ada dari Relawan Mandiri Bakungan. Sedangkan untuk sembako dari Desa Bakungan dan Polsek Loa Janan.
“Jadi kami hadir untuk mengamankan, mengimbau serta membantu evakuasi bagi warga yang membutuhkan,” tandasnya.
TANAH LONGSOR
Yasir menambahkan ketinggian air bervariasi. Namun menjelang siang, air mulai surut. Ya, begitu menerima informasi mengenai Banjir bandang tersebut, Yasir langsung mengerahkan Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Bripka Zulkipli untuk memantau kondisi di lapangan.
“Sementara ini diduga Banjir akibat curah hujan tinggi. Karena sejak malam sampai subuh tadi, kawasan Purwajaya dan sekitarnya ini diguyur hujan,” jelasnya. Terdapat sebuah rumah milik warga bernama Soleh, terletak di RT 05, menjadi korban tanah longsor. (oke/idn/nha)











Komentar