oleh

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Dapur Rumah Ibu Asma

NUNUKANHujan lebat dan angin kencang yang melanda Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hari Minggu malam (04/10/2020) sekitar pukul 23.20 WITA merobohkan dapur rumah Ibu Asma yang tinggal di Jalan Pelabuhan Baru.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa karena rumah dalam kondisi kosong, tapi kerugian yang timbul diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

“Saya kaget dengar suara keras, apalagi lampu mati karena kabel listriknya putus,” kata Asma menerangkan kejadian yang menimpa rumah ibunya tersebut, Senin (05/10)  pagi.

Baca Juga  Asesmen Nasional Bulan Depan, Jangan Heran Lihat Siswa ke Sekolah

Asma menyebutkan, rumah yang mengalami kerusakan adalah milik ibunya yang letaknya persis dibagian depan rumahnya. Saat kejadian, ibunda berada di Sulawesi paska menjalani pengobatan.

Rumah berusia sekitar 40 tahun itu sudah terlihat lapuk, namun masih bisa ditempati keluarga. Akibat kejadian itu, beberapa perabotan dapur seperti 2 buah lemari, kulkas dan barang-barang pecah belang hancur karena tertimba rebahan kayu.

“Rumah ibu saya itu dibangun sebelum saya lahir tahun 1981, memang rumahnya sudah tua, tapi masih bisalah ditempati keluarga,” terangnya.

Baca Juga  Investasi Jumbo, PLTA Kayan Cascade Bakal Jadi Warisan Jokowi untuk Energi Bersih

Saat kejadian, Asma mengaku berada di rumahnya bersama suami dan anaknya, tiba-tiba terdengar suara keras dan bersamaan dengan robohnya dapur, aliran listrik dirumahnya yang terhubung ke rumah ibunya mati karena korsleting.

Semua penghuni rumah panik berteriak ketakutan karena berpikir terjadi gempa bumi. Setelah gerakan rumah berhenti, baru dia  sadar atap dan dinding rumah roboh menimpa barang-barang dibawahnya.

“Saya terbangun dengar suara keras, saking takutnya, saya sampai merangkak kaki 4 mencari suami dan anak-anak,” ungkap Asma.

Asma mengatakan, sejumlah petugas pemadam kebakaran Nunukan membantu mengevakuasi rebahan bangunan dan mengumpulkan sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa terpakai, dan sampai saat ini, kami sekeluarga masih trauma.

Baca Juga  38.605 Peserta UTBK-SBMPTN Permanen Data

Kerusakan rumah, lanjut dia, sudah disampaikan ke ibunya di Sulawesi melalui hubungan telp, sang ibu mengatakan, biarlah mau di apa lagi, yang penting keluarga selamat dari musibah dan mengingatkan agar berhati-hati.

“Kamar tidur adik saya berhalat dinding dengan dapur, sukurlah kamarnya tidak ikut amruk, kasihan dia kaget rumah goyang-goyang,” ungkapnya. (002/NIAGA.ASIA)

Komentar

News Feed