oleh

Empat Kali Diukur, Warga Tak Bergeming. Koorsatpel Turut Sarankan Desain Terminal Diubah

KAMPUNG BAQA. Usulan dilakukan pengukuran ulang pada area lahan Terminal Bus Tipe A Samarinda Seberang, ditegaskan Koorsatpel Terminal sudah 4 kali dilakukan.
Namun dalam pengukuran itu, warga yang rumahnya berada dekat dengan terminal tetap tak bergeming. Bahkan warga mengakui bahwa sebagian tanah mereka masuk dalam area lahan terminal.

“Pengukuran itu sudah 4 kali dilakukan seingat saya. Mulai dari awal rencana proyek pembangunan ulang terminal sebanyak 2 kali, lalu pada saat verifikasi sebelum lelang dan pada saat mulai dikerjakan,” kata Kepala Koorsatpel Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Sarjito.

Dalam pengukuran tersebut, Sarjito juga ikut serta menyaksikan pengukuran. Sesuai dengan denah proyek ukuran lahan terminal seluas 7.300 meter persegi.
“Tapi ketika mau dikerjakan dengan dilakukan pemagaran, ukuran berubah lantaran ada beberapa bagian bangunan rumah warga yang dibangun sampai memasuki lahan terminal,” ujar Sarjito.

Karena hasil pengukuran tak sesuai dan berdampak pada keterlambatan pembangunan, Sarjito turut menyarankan agar desain terminal diubah.
“Disesuaikan dengan lahan yang diukur saat pengerjaan dimulai. Kalau menunggu proses sampai dengan lahan-lahan tersebut bebas, maka dikhawatirkan proyek akan lebih lama tertunda,” pungkasnya.(oke/rin)

Komentar

News Feed