siberindo.co – Dinamika perkembangan teknologi informasi di era digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi dunia media. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran disinformasi, media dituntut untuk tetap relevan, kredibel, dan menjadi rujukan utama masyarakat.
Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam program talkshow Ngapeh yang disiarkan TVRI Kalimantan Timur pada Senin (22/6/2026) dengan tema “Menjaga Media di Tengah Dinamika Dunia Digital”.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur Abdurrahman Amin. Keduanya mengupas berbagai tantangan yang dihadapi media saat ini, mulai dari Banjir informasi, penyebaran hoaks, hingga persaingan dengan berbagai platform digital yang berkembang pesat.
Dalam kesempatan tersebut, Irene Yuriantini menegaskan bahwa di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, media arus utama harus mampu mempertahankan kepercayaan publik dengan mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan penyajian informasi yang berimbang.
“Media memiliki peran strategis sebagai penyaring informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, menjaga kredibilitas menjadi kunci agar masyarakat tetap menjadikan media sebagai sumber informasi yang terpercaya,” ujar Irene.
Ia menambahkan, tantangan terbesar media saat ini bukan hanya bersaing dengan kecepatan informasi di media sosial, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin menegaskan bahwa media tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai penyampai informasi yang akurat dan mendidik masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di era digital saat ini, kecepatan memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah menjaga akurasi dan kredibilitas. Media yang tetap berpegang pada etika jurnalistik serta mengutamakan kebenaran akan selalu dipercaya masyarakat,” kata Rahman.
Menurutnya, profesionalisme insan pers harus terus diperkuat agar media tetap menjadi benteng dalam melawan disinformasi dan hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Melalui program Ngapeh, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya literasi digital sekaligus meningkatkan kesadaran dalam memilah informasi yang beredar. Diskusi ini juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, terpercaya, dan bertanggung jawab.
Talkshow Ngapeh TVRI Kalimantan Timur tersebut menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk membahas strategi menjaga eksistensi media di tengah transformasi digital yang terus berkembang, sehingga media tetap menjadi pilar informasi yang kredibel dan rujukan utama bagi masyarakat.










