oleh

Setelah Disinggung, Langsung Dibereskan. Ceceran Koral dan Semen di Tanjakan Trikora

SIMPANG PASIR. Tekanan yang dilakukan Camat Palaran, Suwarso agar perusahaan ready mix di wilayahnya segera bertindak membersihkan ceceran koral dan semen di tanjakan Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir tak sia-sia.

Buktinya disinggung karena ingkar janji. Perusahaan ready mix langsung mengerahkan alatnya berupa jack hammer dan beberapa pekerjanya, kemarin (6/1).
Kegiatan pembersihan ceceran koral dan semen itu juga dibantu sejumlah anggota Relawan Palaran Bersatu (RPB), yang turut menyoroti banyaknya tumpahan semen curah di sepanjang jalan menuju Palaran.

“Alhamdulillah. Saya berterima kasih pada perusahaan ready mix khususnya PT SAL, yang mana sudah membuktikan kepeduliannya meskipun sempat menunda kegiatan karena kerusakan alat (jack hammer),” tutur Camat Palaran, Suwarso.

Baca Juga  Pedagang Langsung Diberi Peringatan. Warung Makan Minta Waktu Bongkar Mandiri

Setelah pembersihan ceceran koral dan semen dengan cara dipecah itu dikatakan Suwarso, selanjutnya diangkut lalu jalan disemprot dengan air oleh Posko VI Disdamkar Samarinda.
“Pastinya biar lebih bersih dan tidak ada lagi batu-batu kecil di jalan itu,” tandasnya.

Sebelumnya. Persoalan ceceran koral dan juga semen di tanjakan Trikora kembali disoal karena semakin banyaknya ceceran material serupa di jalan utama yang merupakan akses menuju ke kawasan Palaran.
Keluhan karena belum adanya pembersihan yang dilakukan perusahaan ready mix pun kian menyeruak setelah adanya insiden kecelakaan maut yang menyebabkan pasangan suami (pasutri) tewas dan beberapa kejadian lainnya.

Baca Juga  Badan POM Diminta Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara

Sementara itu Wali Kota Syaharie Jaang meminta agar perusahaan ready mix yang berada di kawasan Palaran bertanggung jawab. Sebab hal ini jelas menjadi kekhawatiran besar bagi warga di kawasan Palaran. “Jangan sampai ada korban baru ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia menyadari saat ini memang ada beberapa proyek pembangunan yang tengah dikebut. Lantaran sempat tertunda, saat pandemi melanda sejak awal 2020 lalu. “Tapi belum bisa dipastikan juga itu materialnya untuk proyek apa,” urainya. Sebab ia juga belum menerima laporan dari perusahaan ready mix tersebut yang saat ini dianggap lalai dari tanggung jawab sebagai penyedia material bangunan.

Baca Juga  Komunitas Sepeda dan Parkir Sepakat. Berbagi Ruas Jalan di Jalur Tepian

Sekali pun untuk proyek pembangunan kota, Jaang tetap meminta perusahaan ready mix bertanggung jawab. Atas material yang berjatuhan di jalan. Lantaran bisa mengancam nyawa warga yang sehari-harinya melintasi jalur Trikora dan sekitarnya. “Mau untuk proyek kota atau lainnya, ini kan materialnya mereka yang berjatuhan. Sehingga perusahaan yang harus bertanggung jawab,” pungkas Jaang. (oke/hun/beb)

Komentar

News Feed