oleh

Satu Narasi, Satu Frekuensi Jadi Fondasi Komunikasi Pemerintah yang Efektif

kaltim.siberindo.co –  Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kompleksnya dinamika komunikasi digital, pemerintah dituntut tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Keselarasan narasi, ketepatan strategi, serta kemampuan membangun kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam mewujudkan komunikasi pemerintah yang efektif.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Chacha Anissa, menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah yang disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Publik yang digelar secara luring dan daring, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya ekosistem digital. Fenomena rage bait yang sengaja memicu emosi untuk meningkatkan interaksi, serta disinformasi, fitnah, dan kebencian menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui strategi komunikasi yang terencana dan sistematis.

Baca Juga  54 miliar Untuk KPU Berau

“Strategi komunikasi tidak berhenti pada penyampaian informasi. Pemerintah harus mampu memilih isu, menguasai narasi, mengendalikan momentum, hingga mengukur dampak komunikasi yang dilakukan,” jelasnya.

Ia memaparkan, proses komunikasi yang efektif dapat dilakukan melalui pendekatan From Issue to Impact. Tahapan tersebut dimulai dengan pemetaan konteks dan isu, analisis persepsi serta sentimen publik, perumusan pesan utama, pengendalian momentum, amplifikasi melalui berbagai kanal, hingga evaluasi terhadap perubahan persepsi masyarakat.

Keselarasan narasi juga menjadi bagian penting dalam komunikasi pemerintah. Strategi komunikasi dan agenda setting perlu disusun bersama sektor utama untuk kemudian diorkestrasi kepada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sehingga pesan yang diterima masyarakat tetap konsisten.

Baca Juga  Pesan Jusuf Kalla Pentingnya Regenerasi

“Setiap kanal memiliki audiens, dan setiap audiens membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, media konvensional dan digital harus diintegrasikan untuk memperluas jangkauan sekaligus menjaga kedalaman informasi,” terangnya.

Chacha juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan melalui authentic storytelling atau cerita yang autentik. Komunikasi kebijakan perlu lebih banyak menghadirkan kisah masyarakat dan dampak nyata program pemerintah agar pesan terasa lebih dekat, relevan, dan mudah dipahami publik.

Selain itu, penggunaan bahasa yang sederhana menjadi salah satu kunci keberhasilan komunikasi publik. Istilah teknis dan birokratis perlu diminimalkan dengan mengedepankan kalimat yang singkat, sederhana, dan langsung pada inti pesan.

Baca Juga  Tim Balap Sepeda Italia Mundur Berkompetisi

“Kebenaran tidak akan menjadi viral dengan sendirinya. Kebenaran memerlukan strategi komunikasi yang proaktif dan narasi agenda setting yang terorkestrasi secara sistematis agar mampu memenangkan ruang publik di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para pengelola komunikasi pemerintah diharapkan semakin mampu menyusun strategi komunikasi yang terarah, adaptif dan berorientasi pada hasil. Dengan mengusung prinsip satu narasi dan satu frekuensi, penyampaian informasi mengenai kebijakan serta program pemerintah diharapkan semakin efektif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

News Feed