SANGATTA. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mengatasi wabah Covid-19 yang telah merebak hampir dua tahun, namun penularannya masih terus meningkat. Bahkan jumlah korbannya makin bertambah, baik yang terkonfirmasi positif maupun yang meninggal.
Ditanya terkait kendala dalam mengatasi korona, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan tidak ada yang salah dalam penanganan virus tersebut. Karena itu, tak perlu ada yang disalahkan.
“Semua upaya kita lakukan dengan harapan agar bisa memutus mata rantai penularan covid-19. Termasuk menerapkan protokol kesehatan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), melakukan penyekatan di setiap pintu masuk, bahkan menggelontorkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah, dengan harapan agar bisa mengatasi masalah penularan virus ini. Kalau sekarang masih tinggi, maka saya katakan, semua tergantung kesadaran kita semua,” katanya.
Diakui, tingginya kasus terkonfirmasi
Covid-19 saat ini salah satu penyebabnya karena kemunculan varian baru, seperti Delta fan Kappa yang diyakini lebih menular dari virus sebelumya. Meskipun muncul varian baru, pemerintah harus selalu berupaya mengatasi masalah ini. ” Jangan sampai kita kalah dengan wabah Covid-19 ini. Kita harus optimis. Karena itu bagian dari pada kita bertahan,” jelasnya
Untuk itu, dalam hal masih tingginya kasus penularan Covid-19 ini, Kasmidi menegaskan tidak boleh menyalahkan siapapun melainkan hal itu harus dikembalikan kepada diri sendiri.
Terkait dengan anggaran penanganan korona, yang mungkin tidak dibayangkan akan lonjakan kasus seperti yang tentu membutuhkan biaya besar, Kasmidi mengatakan , semua tetap jalan. “Kalau memang anggaran kurang, pemerintah akan siapkan. Karena itu, dalam pembahasan APBD perubahan ini pemerintah akan melihat berapa kebutuhan yang akan kembali disiapkan pemerintah untuk penanganan Covid-19. “Jadi kalau masalah anggaran, masih aman, setidaknya hingga APBD perubahan. Kalau memang kurang, nanti akan ditambah di APBD perubahan,” katanya. (jn/beb)











Komentar