SEMPAJA UTARA. Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kota Tepian selama lebih dari 4 jam pada Kamis (7/1) sore, mengakibatkan tanah longsor di Jalan Batu Cermin, Gang Anugerah, RT 06, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Imbasnya, akses jalan yang digunakan warga di jalan permukiman tersebut terputus. Kondisi ini menghambat aktivitas warga. Selain itu, musibah longsor ini menyebabkan puluhan rumah warga kemasukan air bercampur lumpur berasal dari longsoran tanah yang terbawa air hujan.
“Hujan deras itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Kemudian tanah di bukit itu perlahan bergerak akibat dorongan air. Tak lama air bercampur lumpur menerjang permukiman kami,” ungkap Margareta (40) salah satu yang rumahnya terdampak longsor.
Lantaran air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah dengan cepat. Dirinya tak sempat lagi menyelamatkan barang berharga. Bahkan saking takutnya Margareta bersama keluarganya berlari keluar rumah meski dalam kondisi hujan lebat.
“Kami takut jika longsoran tanah membahayakan kami. Dan lagi kondisi saat itu menyebabkan pula banjir. Makanya saya tidak memikirkan barang lagi. Yang terpenting nyawa kami saja,” ungkapnya.
Margareta menyebut, sebelumnya kondisi jalan masih bisa dilalui oleh kendaraan, tetapi saat ini sudah tertutup oleh material tanah. Kejadian inipun menurutnya baru kali ini terjadi.
Ketua RT 06, Anton menjelaskan, selain longsor wilayahnya juga terendam Banjir setinggi dada orang dewasa. Hujan dengan intesitas tinggi membuat tanah di atas bukit longsor dan menutup jalan permukiman warga.
Tak hanya itu, akibat Banjir jembatan penghubung permukiman pun mengalami kerusakan begitu pula dengan rumah-rumah warga terdampak banjir.
“Terparah ada 21 rumah warga yang terfampak Banjir ini. Rata-reta mengalami kerusakan dinding dan lantai. Bahkan barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga yang tidak sempat diselamatkan juga ikut rusak. Kerugian ditaksir Rp 350 juta,” ujarnya.
Anton saat ini hanya berharap agar pemerintah bisa turun tangan untuk membantu mengatasi longsor yang kapan saja bisa terulang kembali.
“Yang terdampak ini permukiman warga di Gang Anugerah dan H Fathan. Keduanya masuk dilingkungan RT saya. Mudahan pemerintah segera membantu kami untuk memperbaiki jalan dan melebarkan parit yang sudah ada,” pinta Anton.
Di lain pihak, Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam mengatakan, kerugian yang diderita warga kaibat Banjir dan longsor ini memag tidak sedikit. Curah hujan tinggi menurutnya nenjadi penyebab utama Banjir dan longsor di kawasan tersebut.”Langkah pertama adalah membantu warga membersihkan sisa lumpur baik yang menutup jalan maupun dinrumah warga. Dan ini kami sudah berkoordinasi dengan para relawan yang ada untuk turut membantu,” kata Syamsu.
Untuk selanjutnya, dirinya akan berkoornisasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan Dinas PUPR Kota Samarinda untuk mengambil langkah tepat agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Untui saat ini kami harap warga tetap waspada. Jika terjadi hujan deras kemudian ada pergerakan tanah sebaiknya segera mengevakuasi diri,” tutup Syamsu. (kis/beb)









Komentar