TANI AMAN. Pembenahan jalur lingkar Stadion Utama Kaltim perlahan mulai dikerjakan. Diantaranya jalan dan parit sebagai upaya pengendalian banjir.
Namun ditengah upaya pembenahan itu, masalah lain bermunculan dikarenakan curah hujan tinggi. Salah satunya adalah longsoran tanah di titik baru, yang menyebabkan jalan menjadi licin.
Tapi sayangnya UPTD Wilayah II Pemeliharaan Infrastruktu (Pera) Dinas PUPR Kaltim, tidak bisa melakukan penanganan longsoran yang berdampak pada infrastruktur jalan itu secara maksimal.
Penyebabnya UPTD belum memperoleh izin dari pemilik lahan perbukitan yang longsor ketika hujan tersebut.
“Ada 2 titik longsor dari bukit tersebut. Salah satunya titik baru. Dan kami sudah lama merencanakan untuk menangani dengan cara memangkas bukit, tapi terbentur izin dari pemiliknya. Nah siapa pemiliknya kami juga tidak tahu,” tutur Kepala UPTD Wilayah II Pera Dinas PUPR Kaltim, Joniansyah.
Akibat tak bisa melakukan penanganan sesuai dengan yang direncanakan, pembersihan rutin di waktu-waktu tertentu terpaksa harus dilakukan, akibat jalan menjadi licin karena keberadaan lumpur.
“Memang cara itu tidak efisien karena lumpur akan terus turun ke jalan. Dan penanganan seperti itu juga memerlukan waktu, karena juga harus memobilisasi alat yang dipergunakan dalam penanganan,” tandasnya.(oke/rin)











Komentar