oleh

Kaki Tertimpa Material Fondasi. Pohon Tumbang dan Longsor

MUGIREJO. Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Samarinda tak hanya menyebabkan bencana Banjir di puluhan ruas jalan di Kota Tepian. Bencana lain turut mewarnai musibah yang terjadi sepanjang Rabu (13/1) malam. Longsor dan pohon tumbang menjadi masalah lain yang harus dihadapi warga saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang.

Dari data Info Taruna Samarinda, terdapat tiga lokasi pohon tumbang di Kecamatan Sungai Pinang yakni di Jalan Mugirejo, Gang Rodhiyah dan Gang Mulia serta Jalan Damanuri, Gang Ogok, Perum Borneo SKM, Blok AA.
Kondisi pohon tumbang terparah terjadi di Perumahan Borneo SKM. Di lokasi ini tiga pohon tumbang usai diterjang angin kencang. Pohon tersebut menimpa dua rumah yang saling berdekatan. Akibatnya bagian atap mengalami kerusakan.

“Robohnya sekitar pukul 20.00 Wita. Sebelum roboh tersengat suara retakan kemudian suara benturan keras di atap. Saat saya lihat ternyata tiga pohon di belakang runah yang roboh,” kata Salamun (49) pemilik rumah.
Kejadian itu menurut Slamun bukan kali pertama. Sebelumnya sudah tiga kali kejadian pohon tumbang hingga longsor.

Baca Juga  Nadal Absen di Miami Open

“Dua kali longsor dan dua kali pohon tumbang. Sebab terdapt bukit di belakang rumah kami,” ungkap Salamun.
Petugas pemadam kebakaran dari Posko 7 dan 2 yang menerima informasi segera datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi ke tiga pohon tumbang menggunakan dua alat pemotong. Kamis (14/1) sekitar pukul 10.00 Wita. Selang dua jam berjibaku, ketiga pohon berhasil dipotong.

“Setelah ini kami akan bergeser ke lokasi pohon tumbang lainnya. Pekerjaan ini dibantu sejunlah relawan Samarinda,” kata Dwi Purwanto, Korwil Posko 7 Disdamkar Kota Samarinda.
Masih dari data Info Taruna Samarinda, kejadian Longsor terjadi di 13 titik dari 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Sambutan meliputi Perum Handil Kopi, Blok E, RT 33 dan Rombongan 12, Makroman.

Kecamatan Sungai Pinang, meliputi, Jalan Talang Sari, RT 04. Jalan Mugirejo, Gang Rodhiyah dan Gang Manunggal serta Gang Muklis, RT 010. Gang Makmur, RT 06. Gang Mario, RT 17. Gang Lestari Jaya, RT 13. Damanhuri 2, Gang Manunggal RT 043 dan Perum Griya Mukti Sejahtera, Gunung Lingai.

Baca Juga  Jadi Sengketa, Ketua TPPKKSM Ungkap Sejarah Lahan Koperasi Kalimanis Group

Sementara, di Kecamatan Samarinda Utara, longsor terjadi di Jalan Purwodadi, RT 10 dan Kebon Agung, Gang Kasih, RT 03.
Tanah longsor terparah terjadi di Jalan mugirejo, Gang Lestari Jaya, RT 13, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang.

Bencana itu menyebabkan seorang warga setempat harus di larikan ke RSUD AW Sjahranie setelah kaki kirinya terjepit longsoran pondasi yang mendadak ambruk di depan rumahnya saat di guyur hujan lebat
Parahnya lagi, kaki kiri warga bernama Alpan (34) tersebut terancam diamputasi lantaran mengalami patah tulang di bagian atas mata kaki.

“Saat itu hujan cukup deras, saya baru naruh motor di depan gang. Nah, Alpan itu saya perhatikan duduk di depan rumah sembari bersihkan lumpur dengan kaki kiri di depan pintu. Saat itulah pondasi di depan rumahnya ambruk,” kata Nur Kasim (53) warga sekitar.

Melihat tetangganya itu, berteriak keras meminta pertolongan lantaran kaki kirinya terjepit material pondasi. Ia dan warga segera memberi pertolongan meski ditengah hujan dan angin cukup kencang. Alpan segera dinlarikan ke rumah sakit lantaran kaki kirinya patah.
“Sebelumnya juga pernah longsor, tapi tidak sampi menimbulkan korban begini. Padahal saya sudah ingatkan hati-hati kalau hujan. Rawan ambrol tanah di depan rumah,” ungkap Kasim.

Baca Juga  Singgung Upah Minimum, Said Iqbal Sebut Pendapat Capres Prabowo Keliru

Anggota Pusat ]engendalian dan inperasi (Pusdalof) Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Muriono memaparkan, informasi adanya korban tertimpa material akibat longsor bernama Alfan, diterima sekitar pukul 19.30 Wita
Alfan langsung di bawa warga ke rumah sakit lantaran kaki kirinya patah
“Selain menyebabkan seorang warga menjadi korban longsor, peristiwa ini juga sempat menyebabkan tertutupnya akses jalan menuju rumah Alfan,” terang Muriono.

Muriono melanjutkan, dalam waktu hampir bersamaan, hujan dengan intensitas tinggi ini juga memicu tanah longsor dan juga pohon tumbang serta Banjir di Kota Samarinda.
“Harap tetap waspada sebab saat ini memasuki puncak curah hujan tinggi. Dan ini diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Februari mandatang,” tutup Muriono. (kis/beb)

Komentar

News Feed