SIMPANG PASIR. Meskipun saat ini sedang dilakukan upaya meminimalisasi meluasnya abrasi tanah yang memicu terjadinya longsor tepi Sungai Mahakam, PT Nindya Karya, yakin pengerjaan tak berpengaruh pada salah satu pilar utama jembatan sisi Palaran itu.
Dijelaskan Rensi, selaku penanggung jawab PT Nindya Karya, Pengerjaan pemasangan cerucuk galam di sepanjang alur abrasi sebanyak 1.000 batang itu tidak mempengaruhi pilar jembatan karena pemancangannya tidak terlalu dalam.
“Jadi hanya sekadar mengatasi abrasi sementara. Dan untuk memasangnya juga tidak menggunakan alat berat,” kata Rensi.
Cerucuk galam tersebut lanjut Rensi, adalah untuk mencegah pengikisan tanah yang disebabkan arus Sungai Mahakam.
“Kalau diperhatikan memang kondisi air sungainya tenang, tapi arus di bawahnya yang cukup kuat. Karena itulah kami juga lalukan pengeboran untuk memastikan kondisi tanah di bawah,” jelas Rensi.
Untuk itulah dalam penanganan jangka panjang, PT Nindya Karya masih menunggu arahan serta desain tepat penanganan abrasi.
“Arahannya bagaimana teknis pengerjaan nanti, sehingga tidak berpengaruh pada pilar jembatan,” pungkasnya.(oke/beb)











Komentar