oleh

Simpang Jalan Menyempit, Rawan Banjir. Setelah Gorong-gorong Jalan DI Pandjaitan Tuntas

SELESAINYA proyek lanjutan gorong-gorong di pertigaan Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang masih menyisakan masalah bagi pengendara yang melintas. Beberapa material masih tertanam di sekitar lokasi dan membahayakan pengendara.

Meski sudah diberi tanda batasan agar pengendara tidak menabrak besi pancang yang tertanam di dalam gorong-gorong, hal ini justru mempersempit jalur di pertigaan tersebut.
Tak hanya itu, kondisi genangan air atau Banjir juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang hingga kini belum terselesaikan. Jika Banjir menerjang jalur antar kota ini selalu terjadi kemacetan panjang. Mulai dari pertigaan Masjid Babul Hafazah hingga Terminal Lempake.

Segala upaya sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Namun hingga kini kondisi Banjir dan kemacetan yang ditimbulkan tetap saja terjadi.
Camat Sungai Pinang, Siti Hasanah menjelaskan proyek pengendalian Banjir sudah dilakukan beberapa kali di jalur antar kota tersebut. Dimulai dari peningkatan badan jalan hingga pelebaran dan pendalaman drainase di sepanjang jalan. Bahkan pemkot berencana menormalisasi Sungai Mati yang ada di samping Masjid Babul Hafazah.

Baca Juga  Target 6.752 Anak Sehari, Samsat Kaltim Gelar Vaksinasi Serentak di 10 Titik

Kedua proyek yang dilakukan ini, menurutnya sudah membawa dampak berkurangnya Banjir di kawasan teraebut. Meskipun tetap terjadi genangan karena intensitas hujan tinggi namun tidak berlangsung lama.
“Kalau genangan air memang masih terjadi, namun intesitas waktu genangannya saya sekarang lebih cepat surut dari sebelum dilakukan normalisasi di sepanjang Jalan DI Pandjaitan itu,” kata Camat Sungai Pinang, Siti Hasanah, Selasa (16/3).

Selain permasalahan Banjir dan kemacetan, persoalan lain yang menjadi perhatian saat ini adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sejumlah TPS yang semula berada di jalan protokol dipindahkan ke lokasi lain. Pemindahan berkaitan dengan keindahan dan kenyamanan warga.

Baca Juga  Hotel Grand Mutiara Rumah Resmi Dibatalkan Jadi Tempat Karantina

Diakui Siti, kesadaran warga membuang sampah pada tempat dan waktunya masih minim. Masih banyak warga secara sembarangan membuang sampah meskipun sudah ada tempat yang disiapkan pemerintah.
“Budaya ini perlahan diubah. Kesadaran warga untuk membuang dampah dan menjaga lingkungan harus ditingkatkan. Sebab baik buruknya warga sendiri nanti yang merasakan,” pungkas Siti. (kis/beb)

Komentar

News Feed