oleh

Jalan Tiga Desa Rusak Parah

SANGATTA. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) yang terbilang cukup besar, ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Kutim, termasuk infrastruktur jalan. Ini terlihat pada jalan di pedalaman, yang masih banyak dalam kondisi rusak parah, namun belum dilakukan perbaikan. Seperti terlihat di Muara Bengkal.

Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Muara Bengkal masih banyak yang rusak. Salah satunya seperti jalan penghubung antara desa Ngayau- Desa Senambah dan Desa Malupan. Dari pantauan wartawan, jalan tersebut dalam kondisi rusak parah, dan sulit untuk dilintasi, karena berlumpur. Bahkan ada yang longsor, tepatnya di RT 6. Sebagian badan jalannya sudah ambruk ke sungai, namun belum ada perbaikan. Kondisi itu sangat menyulitkan dan membahayakan bagi setiap warga yang melintas.

“Kalau saat musim hujan kondisi jalan penghubung antardesa itupun berubah menjadi air lumpur dan kendaraan ambles, utamanya kendaraan roda dua dan roda empat,” kata tokoh masyarakat, Toyid saat menghubungi sejumlah wartawan Selasa, (16/03).
Toyib yang merupakan tokoh masyarakat Desa Ngayau mengatakan, kondisi jalan di Muara Bengkal ini banyak rusak. Kerusakan banyak disebabkan aktivitas perusahaan yang melintas dan tidak ada perbaikan.

Baca Juga  HUT Kota Samarinda, Rusdiansyah Aras Terima Penghargaan Tokoh Pers

Oleh karena itu, melalui musrenbang yang dilaksanakan beberapa hari lalu, semua desa-desa di Muara Bengkal mengusulkan perbaikan atau peningkatan kualitas jalan, agar bisa direalisasikan.
Diakui, saat acara musrenbangcam Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Kasmidi Bulang pun meminta pihak perusahaan agar bisa bekerja sama dengan pemerintah menangani pembangunan termasuk jalan rusak untuk kepentingan bersama. “Bupati meminta pemerintah kecamatan, desa agar berkomunikasi dengan perusahaan supaya bisa bekerja sama membangun daerah, terutama perbaikan jalan,”kata Toyib.(jn/beb)

Baca Juga  Warga Mengeluh Air “Mati” 2 Minggu.

 

Komentar

News Feed