oleh

Monyet Pengganggu Masuk Perangkap. Masuk Permukiman, Curi Buah dan Jemuran

SEMPAJA BARAT. Satu dari tiga ekor monyet liar yang menyerang permukiman warga di Jalan Wahid Hasyim II, Perum TVRI Graha Asri, Blok F, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara berhasil ditangkap, Kamis (15/4) kemarin.

Monyet jenis ekor panjang itu masuk ke dalam perangkap yang dipasang Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda bersama relawan Samarinda Animal Rescue (SAR) pada Rabu (14/4) usai menerima laporan dari warga sekitar yang resah akan kehadiran beberapa ekor monyet tersebut.

Informasi tertangkapnya monyet ekor panjang ini disampaikan warga sekitar pukul 07.30 Wita. Petugas Damkar dan relawan yang menerima laporan bergegas menuju lokasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
“Saat kami datang ternyata benar, seekor monyet ekor panjang yang kerap masuk ke permukiman warga masuk ke dalam perangkap yang kami pasang sebelumnya. Dan dari informasi warga masih ada dua ekor lagi yang masih berkeliaran,” ungkap ketua SAR, Suparlin.

Meski monyet ekor panjang bukan hewan yang dilindungi. Namun pihak Damkar dan SAR tidak membunuhnya. Monyet tersebut kemudian dibawa ke satu lokasi hutan terbuka di kawasan Sempaja yang masih minim penduduk dan banyak makanan seperti buah-buahan.

Baca Juga  Penderita Covid-19 Tembus Setengah Juta, Kaltim Masih Peringkat 10 Besar

Monyet tersebut kemudian dilepas liarkan agar bisa hidup bebas dan tidak mengganggu permukiman warga lagi.
“Untuk makanan kami lihat mencukupi di hutan ini. Dan permukiman warga juga sangat jauh mudah-mudahan monyet tersebut tidak nyasar lagi ke rumah warga,” terang Suparlin.

Sementara Ichwan Wahyudin, anggota rescue damkar menambahkan. Setelah dirilis ke alam liar. Pihaknya kembali memasang perangkap di sekitar lokasi penampakan monyet di permukiman warga Perum TVRI.
Dua monyet ekor panjang yang masih berkeliaran menjadi target petugas dan relawan berikutnya. Jika beruntung dan monyet tersebut bisa tertangkap, akan dilepasliarkan kembali.

Baca Juga  Masuk Kalimantan Timur Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen Negatif Covid-19!

“Jika dalam 1×24 jam tidak ada yang terperangkap lagi. Maka bisa dikatakan kawanan monyet yang lain sudah menjauh dari lokasi karena melihat satu monyet sebelumnya masuk perangkap. Ini biasanya yang terjadi,” tutup Ichwan. (kis/beb)

Komentar

News Feed