Dewan: Penting untuk Pendidikan (sub)
TANJUNG REDEB. Komisi III DPRD Berau meminta data area blank spot yang ada di Kabupaten Berau. Hal ini merujuk pada keluhan masyarakat terhadap fasilitas internet yang tidak menjangkau wilayah mereka. Khususnya selama pandemi dimana anak-anak diminta sekolah dengan sistem daring.
Ketua Komisi III DPRD Berau, Sa’ga mengungkapkan, bahwa pihaknya sengaja melakukan rapat dengan Diskominfo untuk menyampaikan data. “Data ini yang juga diminta oleh Kominfo Provinsi, karena kemarin kita ada ke provinsi jadi diminta datanya agar provinsi bisa memperjuangkan ke pusat,” ungkapnya.
Di komisi III mempertimbangan bahwa masalah komunikasi saat menjadi keluhan utama masyarakat untuk masalah pendidikan. Masalah pertama tentu biaya membeli data paket untuk wilayah yang memiliki jaringan, dan menjadi lebih besar lagi karena ada daerah yang belum terjangkau jaringan internet.
“Menghindari Covid-19 ya melaksanakan pembelajaran daring menghindari tatap muka,” sambungnya. Untuk wilayah terpencil, dikatakan ada beberapa opsi yang disampaikan Diskominfo untuk penyediaan.
Aparatur kampung seperti kepala kampung diungkapkan politisi PPP ini memang merespon dengan baik. Sayangnya terkendala pembiayaan. Pembiayaan pengadaan alat dan pembayaran lainnya.
Opsi bagi pemerintahan kampung melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) yang bersumber dari APBD kabupaten sampai saat ini tidak memiliki regulasi yang memperbolehkan. “Jadi belum ada payung hukum pemanfaatan ADK untuk itu, kalau dari dana desa yang bersumber dari pusat ada, tetapi terbatas karena dananya terbatas juga untuk penanganan covid,” jelasnya.
Ia berharap ada perhatian serius dengan menempuh opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan satu ini.
Sebab selain kebutuhan bagi anak sekolah online, keberadaan internet juga dibutuhkan pemerintahan kampung untuk akses data pemerintah, website pemerintahan kabupaten,provinsi dan pusat,informasi pengetahuan dan umum. (as/beb)











Komentar