oleh

Waspadai Kluster Rumah Tangga. Warga yang Baru Balik Mudik Dianjurkan Patuhi Prokes

TANJUNG REDEB. Sepekan lebih pasca Lebaran, aktivitas arus balik mudik mulai terlihat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau tidak ada lonjakan angka Covid pasca Lebaran. Tetapi Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi mengingatkan semua warga, terutama yang baru kembali dari luar daerah untuk mewaspadai munculnya klaster rumah tangga.

“Karena klaster rumah tangga yang paling sering muncul, macam-macam faktornya,” ungkap Iswahyudi.
Salah satu penyebab bisa saja ada anggota keluarga yang baru saja mudik, kemudian terpapar namun tidak melakukan prosedur penanganan Covid-19 saat kembali ke Berau.

Seperti tidak melakukan pengecekan melalui tes antigen, swab dan sejenisnya. Begitu pula tidak melakukan karantina mandiri. Hal ini yang menurutnya kerap menjadi pemicu munculnya klaster baru, terlebih saat arus balik pasca Lebaran.

Sekadar diketahui, pemerintah memang melarang mudik Lebaran dengan menetapkan larangan pada tanggal 6 hingga 17 Mei lalu. Akan tetapi sebelum tanggal 6 sudah banyak warga yang mudik. Bahkan masih banyak warga yang lolos keluar daerah melalui jalur darat, keluar dari Berau setelah tanggal 6 Mei.

Baca Juga  Pesan Jusuf Kalla Pentingnya Regenerasi

H+7 dan seterusnya merupakan waktu arus balik. Namun berdasarkan data Dinkes, disebutkan Iswahyudi, empat kecamatan terdekat, belum ada tambahan kasus yang signifikan pasca Lebaran.

“Tetapi kami minta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya penyebaran, yang baru balik kooperatif, jalankan protokol kesehatan, karantina mandiri, jalani tes untuk memastikan hindari kontak langsung dengan anggota keluarga sebelum memastikan diri negatif Covid,” ujarnya menganjurkan.

Baca Juga  Sampah Diangkut, Langsung Disemprot. Siapkan Petugas agar Tak Semrawut

Selain itu, lanjut Iswahyudi, tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan kasus dari klaster wisata. Sebab kunjungan wisata saat libur Lebaran memang cukup ramai. Lemahnya protokol kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya penularan Covid-19. Namun hingga saat ini, dia belum menerima laporan lonjakan kasus Covid-19. “Ya semoga saja tidak ada lonjakan,” katanya mengakhiri.(as/rin)

Komentar

News Feed