SAMARINDA KOTA. Sepak bola adalah salah satu hiburan masyarakat, terlebih di Indonesia. Sayangnya, dihentikannya kompetisi Liga 1 akibat tak kunjung keluarnya izin keramaian dan keamanan dari pihak kepolisian, membuat hiburan tersebut harus ditiadakan. Tercatat sudah 11 bulan sepak bola Indonesia mati suri. Hal ini memang tak lepas dari mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia yang sampai saat ini tak bisa dikendalikan.
Namun di negara-negara tetangga, kompetisi internal sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Vietnam menjadi negara Asia Tenggara pertama yang memutar roda kompetisi di tengah pandemi. Kemudian Thailand dan Malaysia pun sudah berani memainkan pertandingan. Tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Untuk level Asia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan negara-negara lainnya pun sudah sejak lama memutar kompetisinya. Hal inilah yang membuat Sultan Samma, salah satu pilar Borneo FC merasa iri. Harusnya kata Sultan, jika negara lain bisa memutar kompetisi maka Indonesia pun pasti bisa.
“Harusnya memang bisa. Kalau regulasinya mengikuti prokes ketat, pemain pasti bisa menjalankannya. Saat ini
sebagai pemain, kami hanya bisa menunggu kapan PSSI menggelar kembali kompetisi beserta ijin kepolisiannya,” ujar Sultan.
Menurut pemain sarat pengalaman ini, masyarakat Indonesia sudah pasti merindukan sepak boal Indonesia. Meski tak bisa hadir langsung di stadion, Sultan yakin pecinta bola bisa menyaksikan aksi pemain lewat layar kaca.
“Coba tanya masyarakat, pasti mereka juga rindu hiburan. Apalagi pemain dan seluruh komponennya di sepak bola Indonesia. Kalau penonton tak diperbolehkan ke stadion, mereka pasti mengikuti aturan dengan menyaksikan di televisi,” tambahnya.
Sultan pun berharap dalam waktu dekat ada kejelasan soal musim kompetisi baru. Sebab saat ini hanya itu yang dinantikan insan sepak bola Indonesua.
“Ini sudah memasuki bulan Januari. Semoga ada kejelasan setelah ini. Mau dibuat menunggu sampai kapan lagi para pemain,” pungkasnya. (upi)











Komentar