oleh

Misa Online untuk Anak-anak dan Orang Tua. Katedral Persingkat Ibadah Menjadi 1,5 Jam

PASAR PAGI. Hari ini ribuan umat Kristiani di Samarinda Hari Natal 2020. Di tengah pandemi Covid-19, berbagai persiapan tetap dilakukan di sejumlah gereja untuk menyambutnya datanya jemaat yang menggelar misa. Tak terkecuali di Gerja Paroki Katedral Santa Maria “Penolong Abadi” di Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Pagi, Samarinda Kota.

Gereja terbesar umat Katolik justru sejak sebulan lalu sudah mempersiapkan teknis ibadah Misa Natal di tengah pandemi Covid-19. Meski tidak terlihat perubahan yang signifikan pada gelaran Misa Natal, namun penerapan protokol kesehatan menjadi yang paling utama untuk dipatuhi seluruh jamaat peserta misa nantinya.
Adapun teknis gelaran misa yang biasanya hanya dilakukan 2 kali, kini menjadi 3 kali dalam satu hari. Dimulai dari pukul 17.00 Wita, pukul 20.00 Wita, dan pukul 22.00 Wita.

“Ya, kami sudah persiapkan teknisnya sejak dibukannya kembali Katedral pada Juli lalu. Dan untuk jemaat memang sudah diatur,” tutur Thedy Koten, selaku Sekretariat Paroki Katedral Santa Maria “Penolong Abadi”.
Apalagi saat misa nanti, kata Thedy, pihaknya juga mengatur berdasarkan kelompok atau lingkungan. Untuk misa 1 dan 2 diperuntukkan bagi jemaat yang berusia tua. Sedangkan misa ketiga untuk anak-anak muda
Untuk mencegah membeludaknya jemaat yang datang, panitia Natal Katedral juga telah mempersiapkan skema.

Dimana hanya dua pintu masuk yang dibuka. Itupun melalui jalan di bagian basemen. Sedangkan tiga pintu lain, akan dibuka sebagai jalur keluar.
“Jadi nanti ada pemeriksaan suhu tubuh di pintu itu. Kemudian jemaat diarahkan mencuci tangan. Bagi yang tidak mengenakan masker, akan diberikan masker. Dan selama ibadah berlangsung, masker tetap wajib dikenakan,” jelas Thedy.

Baca Juga  PT Jasa Raharja Menyosialisasikan Program Perlindungan Keselamatan Pengguna Jalan Raya

Selain protokol kesehatan standar yang juga sudah diimbau seluruh pastor kepada jemaat Katedral melalui pesan Whatshapp. Pengurangan jumlah jemaat yang bisa mengikuti misa juga diberlakukan.
“Biasanya 4.000 jemaat. Nah, karena pandemi jadi dikurangi 50 persen atau sebanyak 2.000 saja. Karena untuk tempat duduk juga kami beri jarak 1 meter dan sudah diberi tanda pita kuning,” ujar Thedy.

Namun demikian Thedy berkeyakinan, bahkan untuk tempat yang disediakan kurang dari 2.000 sesuai perhitungan panitia Natal.
“Diatas di gedung utama itu paling hanya 800, kemudian di bawah (basemen, Red) sekitar 900. Untuk di belakang juga kurang dari 200,” bebernya.

Upaya-upaya untuk meminimalisasi mewabahnya Covid-19, juga dilakukan panitia dengan mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah yang mana biasanya memakan waktu 2 jam menjadi 1,5 jam.
“Terkait dengan surat edaran dari Keuskupan, yang mana meminta ibadah bisa dipersingkat. Contoh seperti nyanyian saat pastor masuk. Nah, hal itu sebisa mungkin bisa dipangkas karena biasanya pastor baru akan memulai ibadah dengan menunggu nyanyian sampai selesai,” jelasnya.

Baca Juga  Anugerah KIP 2021, Kaltim Naik Satu Tingkat Kualifikasi Informatif

Dan panitia pun juga telah mengimbau jemaat lanjut usia serta anak-anak, untuk mengikuti misa langsung di Katedral. Mereka disarahkan untuk mengikuti misa melalui situs resmi online yang akan dibuat panitia.
“Dan kami akan langsung menutup pintu jika seluruh bangku yang disediakan sudah penuh. Sedangkan jemaat yang terlambat, kami akan minta bantuan kepada petugas keamanan (polisi, Red) untuk mengimbau mereka agar pulang serta mengikuti misa melalui online. Itu kami lakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan,” pungkasnya.(oke/nha)

Komentar

News Feed