oleh

Udang Windu Kaltim Makin Diminati, Jalur Penerbangan Langsung Perkuat Ekspor

kaltim.siberindo.co – Ekspor komoditas hasil laut Kalimantan Timur ke China dan Malaysia terus menunjukkan tren positif melalui penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan.

Jalur ekspor ini dinilai semakin efisien dan membuka peluang pasar internasional yang lebih luas bagi produk perikanan Kaltim.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy menjelaskan, izin ekspor hanya diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi persyaratan mutu serta standar keamanan pangan sesuai ketentuan negara tujuan.

Baca Juga  Tertib Administrasi Kependudukan di Sekolah

“Skema ekspor langsung ini merupakan kerja sama bisnis antara eksportir dan importir,” ujar Irhan di Samarinda belum lama.

Menurutnya, penerbangan langsung yang saat ini beroperasi dua kali dalam sepekan memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha. Selain memangkas biaya logistik, jalur ini juga mampu menjaga kualitas dan kesegaran hasil laut hingga tiba di negara tujuan.

Baca Juga  Polda Kaltim, Minta Data Wartawan Kompeten

Menurut Irhan, kapasitas ekspor saat ini mencapai sekitar 56 ton per bulan, dengan komoditas utama berupa udang windu yang memiliki nilai ekspor sekitar Rp173 miliar.

Penerbangan langsung yang beroperasi dua kali setiap pekan dinilai lebih efisien karena mampu menekan biaya logistik sekaligus menjaga kesegaran hasil laut dari Kalimantan Timur.

“Beberapa komoditas sudah ada yang direct, Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” tambahnya.

Baca Juga  Pekerja Pertamina RU V Balikpapan Gelar Donasi Korban Bencana

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kemudahan akses ekspor melalui penerbangan langsung tersebut dapat mendorong peningkatan produksi sektor perikanan, memperluas pasar internasional, serta meningkatkan pendapatan nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah.

News Feed