Jelang pergantian bulan, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang justru dinyatakan positif Covid-19. Atas kesepakatan bersama, Pemkot Samarinda kembali mengeluarkan edaran terbaru, untuk mendisiplinkan kembali protokol kesehatan. Hal demikian dijelaskan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, Nomor 360/1263/300.07. Namun kesepakatan itu rupanya telah ditandatangani oleh Jaang pada Selasa (24/11) lalu. Sehari sebelum dirinya dinyatakan positif Covid-19.
Hanya saja, keputusan ini diambil atas dasar perkembangan grafik penyebaran wabah ini Samarinda. Dari data terakhir ada empat kecamatan zona di antaranya Samarinda Utara, Ulu, Sungai Pinang dan Sungai Kunjang. Sedangkan total pasien yang meninggal ada 190 orang. Sehingga penegakan disiplin saat ini fokus terhadap wilayah berisiko tinggi. Padahal grafiknya sempat landai pada awal bulan lalu.
Melalui edaran tersebut, Jaang meminta agar para pelaku bisnis, maupun panitia-panitia kegiatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu poin pentingnya, yaitu membatasi kegiatan yang dihadiri banyak orang. “Maksimal hanya boleh 50 orang,” tuturnya.
Ia pun meminta agar petugas penertiban bisa bertindak lebih tegas. Khususnya terhadap tempat yang menjadi tempat bekerumunan orang banyak. Sehingga masing-masing orang bisa menjaga jarak dengan lainnya.
Sebelumnya, Jaang sempat ditanyakan mengenai kegiatan belajar tatap muka. Rencana aturan ini akan diterapkan mulai awal tahun depan. Menyikapi hal ini, wali kota dua periode itu mengaku hanya mengikuti aturan Pemerintah Pusat khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Yang pasti kita harus mendisiplinkan masyarakat untuk melaksanakan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan),” sebutnya.
Menurutnya masyarakat termasuk pemerintah patut untuk membiasakan diri, dengan medisplinkan diri menerapkan protokol kesehatan. Sehingga aktivitas di luar rumah, bisa berjalan lancar. “Kalau dirasa tidak terlalu penting, masyarakat bisa menunda aktivitas di luar rumah atau minimal menghindari kerumunan,” pungkas Jaang. (hun/beb)











Komentar