TANJUNG REDEB. Setelah diperpanjang, operasi yustisi protokol kesehatan masih gencar dilakukan. Satgas Covid-19, terus aktif hingga malam hari patroli di sejumlah titik yang sering menjadi pusat perkumpulan warga. Tingkat penyebaran yang masih terjadi merupakan pertimbangan utama. Sayangnya, tingkat kedisiplinan masyarakat belum maksimal.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi. Menurutnya masyarakat masih banyak yang lalai terhadap protokol kesehatan. Bahkan banyaknya kasus positif belum menjadi perhatian.
Menurutnya masyarakat masih belum takut terhadap Covid-19 yang sudah merenggut banyak nyawa. Akan tetapi warga terlihat lebih takut terhadap sanksi denda dibandingkan Covid-19 itu sendiri.
“Karena Pemerintah sampai membuat kebijakan seperti denda untuk memberikan efek jera, tetapi justru itu yang ditakuti bukan virus covidnya,” jelas Iswahyudi. Hal itu bisa dilihat dari operasi-operasi yang dilakukan.
Jumlah kasus Covid-19 sampai saat ini belum bisa terbendung. Disebutnya, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan pasien sembuh tidak seimbang. “Kita memang sudah gencar melakukan sosialisasi hingga penindakan denda, tetapi masih ada saja masyarakat yang acuh dengan keadaan yang saat ini terjadi,” keluhnya.
Menurut Iswahyudi, walau satgas terus gencar melakukan razia dan sosialisasi, tapi jika masyarakatnya tetap tidak patuh terhadap profesi, maka upaya menekan angka penyebaran virus sulit mendapat hasil maksimal.
Bisa dilihat saat ada operasi masih banyak warga yang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak. Namun begitu melihat ada petugas buru-buru menggunakan masker. “Tapi jika petugas pergi, dilanggar lagi,” sambungnya. (as/beb)











Komentar