oleh

BAZNAS Kaltim Perkuat Pengelolaan Zakat melalui Lima Pilar Program

KALTIM.SIBERINDO.CO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pengelolaan zakat agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua BAZNAS Provinsi Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) Pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam.

Ahmad Nabhan menyampaikan, kegiatan yang berlangsung 10–13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun dan mengembangkan program kerja BAZNAS ke depan.

Rakorda dan BSD juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam pengelolaan zakat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

 

“Tujuan kegiatan memfasilitasi beberapa program dan menginovasi program tahun sebelumnya yang dirumuskan dalam program kerja pada bidang pembinaan, administrasi, pendayagunaan, serta pengawasan dan pengembangan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Luncurkan Aplikasi Simpel Tibel

Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS Provinsi Kaltim memiliki lima pilar program utama yang menjadi landasan dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.

Kelima pilar tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kaltim memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, hingga pembinaan keagamaan.

Ahmad Nabhan juga memaparkan perkembangan pengumpulan dana ZIS-DSKL dan CSR BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

 

Berdasarkan data yang dipaparkan BAZNAS Kaltim, pada 2021 pengumpulan dana tercatat sebesar Rp6.840.069.915. Angka tersebut meningkat menjadi Rp10.796.709.366 pada 2022, kemudian Rp14.443.093.255 pada 2023.

Baca Juga  MK Tolak Gugatan Makin. Kasmidi Minta Tinggalkan Perselisihan

Peningkatan kembali terjadi pada 2024 dengan pengumpulan mencapai Rp16.513.623.279, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp20.607.751.319.

Sementara itu, hingga periode Januari–Juli 2026, pengumpulan dana telah mencapai Rp19.055.988.311. Capaian tersebut menunjukkan tren positif pengumpulan dana ZIS-DSKL dan CSR yang dikelola BAZNAS Kaltim.

Menurut Ahmad Nabhan, dana yang dihimpun kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan keagamaan.

Di bidang pendidikan, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan pendidikan, termasuk dukungan biaya sekolah serta sarana dan prasarana pendidikan. Sementara di bidang kesehatan, berbagai program dijalankan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Baca Juga  Federica Pellegrini Akan Cetak Rekor Kepesertaan

Salah satu bentuk program kesehatan yang disampaikan Ahmad Nabhan adalah khitanan massal serta bantuan operasi bagi anak-anak yang membutuhkan, termasuk operasi bibir sumbing.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kaltim memastikan dana yang dihimpun tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ahmad Nabhan berharap Rakorda dan BAZNAS Strategic Development dapat menghasilkan evaluasi serta rumusan program yang semakin baik, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Melalui forum tersebut, BAZNAS Kaltim berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat secara profesional, amanah, dan tepat sasaran, sehingga keberadaan zakat semakin mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.

News Feed