oleh

Tak Ada Anggaran Tangani ODGJ. Banyak dari Luar Samarinda, Penanganan Langsung RSJD

SAMARINDA KOTA. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering kali terlihat berkeliaran di jalanan. Bahkan keberadaan mereka seperti terlantar oleh keluarganya. Tak heran ada saja di antara mereka yang kerap kali mengganggu hingga membahayakan masyarakat lainnya.

Sebagian diantara mereka beberapa kali pernah terjaring Satpol PP Samarinda. Khususnya saat kegiatan patroli. Setelah itu, diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda. Meski demikian, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Dinsos Samarinda, Enan mengakui anggaran khusus penanganan ODGJ memang tidak ada.

“Karena penanganannya langsung ke RSJD (Rumah Sakit Jiwa Daerah) Atma Husada Mahakam,” urainya.
Pasalnya, ODGJ menurut Enan, memerlukan penanganan yang khusus dan tepat. Lantaran telah mengidap keterbelakangan mental akibat stres yang berlebihan atau trauma. Sementara pihaknya hanya bertugas untuk menjaga keamanan dan kondusifitas masyarakat.

Biasanya para ODGJ tersebut dievakuasi jika ada laporan yang meresahkan warga. Sehingga Satpol PP dan Dinsos Samarinda pun hanya bertugas untuk mengamankan ODGJ tersebut.
Sementara itu, Tagana Bidang Psikososial Samarinda Syarifah Halimah mengatakan, setiap ODGJ yang terjaring akan diamankan terlebih dahulu. Setelah itu, langsung dibawa ke RSJD untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga  Mahasiswa Modul Nusantara Ungkap Sensasi Bawah Laut Pulau Segajah

Dalam setiap bulan, memang ada saja laporan dari masyarakat, meski jumlahnya tak dipastikan. “Setelah di RSJD dinyatakan pulih, baru akan kami tindaklanjuti,” tuturnya.
Seyogyanya bagi para pasien RSJD yang dinyatakan sembuh, akan dikembalikan kepada keluarganya. Hanya saja, tak semua ODGJ yang memiliki keluarga di Samarinda.
“Karena domisilanya macam-macam. Kalau ada keluarganya langsung kami kembalikan,” pungkasnya. (hun/nha)

Komentar

News Feed