oleh

Pengendara dan Motoris Dapat Takjil. Dishub Turut Membagikan Masker

PELABUHAN. Berbuka puasa dianjurkan untuk disegerakan begitu azan Magrib berkumandang. Namun, tidak semua orang bisa berbuka tepat pada waktunya lantaran kesibukan atau belum tiba di kediaman karena terjebak kemacetan atau masih ada pekerjaan lain.

Melihat kondisi itu, berbagai instansi dan lembaga masyarakat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Mereka berbagi menu takjil kepada warga dan pengendara salah satunya dilakukan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Kamis (22/4).

Sebanyak 300 takjil yang dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas di Jalan Gadjah Mada, tepat di depan Dermaga Mahakam Ilir, Samarinda Kota, sekitar pukul 17.00 Wita. Ratusan takjil dan masker ini ludes terbagi kurang dari 30 menit saja.

Baca Juga  Pariwisata Biduk-biduk Makin Diminati

“Takjil ini merupakan hasil sumbangan dan bentuk kepedulian pegawai Dishub Samarinda kepada warga yang tidak sempat berbuka di rumah,” kata Plt Kadishub, Herwan Rifai.
Selain kepada pengendara yang melintas. Ratusan takjil inj juga dibagikan kepada motoris kapal tambangan yang tetap mengais rezeki di bulan puasa di masa pandemi covid-19.

Herwan berharap, takjil gratis bisa membantu warga yang kebetulan belum dapat berbuka bersama keluarga di rumah atau tidak memiliki uang untuk membeli makanan untuk berbuka puasa, sebab lanjut dia, dalam kondisi wabah virus Corona masih banyak warga yang kesulitan mengais rezeki.
“Kami mencoba berbagi rezeki kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan puasa. Takjil yang kami bagikan ini adalah wujud kepedulian petugas Dishub kepada warga,” katanya.

Baca Juga  Dualisme Pengurus KNPI Kutim, Pemkab Ambil Alih Aset Daerah

Salah seorang motoris kapal tambangan Ziqri (29) mengatakan, selama masa pandemi pendapatan kapal tambanga menurun drastis. Namun lantaran tidak ada pekerjaan lain, ia pun tetap menggeluti moda transportasi sungai tersebut.

“Selama pandemi pendapatan turun hingga 70 persen. Sementara beban hidup bertambah mau tidak mau kami tetap bertahan di masa sulit ini dengan harapan pendapatan akan stabil kembali,” ungkap Ziqri.
Dengan adanya takjil gratis sedikit banyak mengurangi jumlah pengeluaran para motoris kapal tambangan. Sebab selama ini untuk berbuka puasa para motoris ini harus mengeluarkan uang rata-rata antara Rp 10 ribu-Rp 25 ribu.
“Alhamdulillah, pendapatan hari ini tidak berkurang karena ada bagi takjil gratis, kalau bisa setiap hari juga tidak apa,” pungkas Ziqri sembari tersenyum. (kis/beb)

Komentar

News Feed