SANGATTA. Salah satu misi pembangunan Kutai Timur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 adalah mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian. Namun dari sisi anggaran, bidang pertanian belum mendapat perhatian terutama dari segi anggaran, dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Sekrataris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah, meskipun tahun ini tahun pertama dalam RPJM 2021-2026, yang menitikberatkan pembangunan ekonomi pertanian, namun anggaran tetap sama. “Anggaran pertanian masih sama tahun sebelumnya. Kita coba dulu, sambil melakukan evaluasi berapa kemampuan anggaran kita untuk mendukung pertanian ke depan, setidaknya sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.
Meskipun mengakui anggaran sama dengan anggaran sebelumnya, namun Irawansyah tidak menyebut nilainya.
Namun, menilik tahun sebelumnya, anggaran Dinas Pertanian sangat minim. Padahal, salah satu harapan pemerintah dalam rencana pembangunan jangka panjang, sebagai acuan RPJMD, adalah mewujudkan swasembada pangan, terutama beras.
Untuk mencapai swasembada beras, dibutuhkan program pencetakan sawah. Namun selam bertahun-tahun, tidak ada pencetakan sawa baru, karena anggaran minim, meskipun UU menyatakan pemerintah seharusnya mengalokasikan anggaran 10 persen APBD.
Berdasarkan data dinas pertanian, Kutim saat ini hanya memiliki sawah 2700 hektar, berdasarkan hasil pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jika Kutim ingin swasembada beras, butuh sekitar 20 ribu hektare sawah. Asumsinya, kebutuhan beras di Kutim dengan dengan jumlah penduduk sekitar 450 ribu penduduk, maka diperlukan beras sebanyak 51.000 ton per tahun. Dengan lahan 2700 hetare, produksi yang ada sekarang baru sekitar 10,800 ton.
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, potensi lahan yang bisa dicetak jadi sawah cukup banyak. Di Kecamatan Muara Ancalong seluas 16.000 hektare, Long Bentuk 1000 Hettare. Jika ini dibuka, dengan harapan setiap hektare menghasilkan 4 ton gabah kering giling. Setahun dua kali panen, maka Kutim pasti swasembada. (jn/beb)











Komentar