oleh

Mangsa 2 Ekor Mentok, Ular Piton Ditangkap Relawan

Hilangnya dua ekor mentok dalam beberapa hari membuat pemiliknya gelisah, rasa penasaran berubah ketakukan saat warga Jalan A Yani, Gang 1, RT 18, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang sempat melihat seekor ular piton berada di dalam kandang unggas milik warga.

“Dua mentok saya hilang, sudah dicari keliling juga tidak ketemu, mungkin ular yang ada di dalam kandang itulah pemangsanya,” kata Anton (40) warga sekitar.

Ular dengan panjang 4 meter terlihat melingkar di dalam kandang kayu berukuran 1×2 meter tersebut. Warga yakin jika ular itulah yang telah memangsa ayam jago milik Anton lantaran perutnya membengkak seperti habis memakan sesuatu.

Tak ingin hewan peliharaan lain turut menjadi mangsa, warga segera menghubungi relawan Samarinda Animal Rescue (SAR) agar hewan reptil tersebut bisa ditangkap.

Berbekal tongkat dan tali penjerat serta karung, 6 relawan berusaha mengevakuasi ular sekitar pukul 17.00 Wita. Lokasi sempit membuat relawan kesulitan untuk bisa menjangkau posisi ular di dalam kandang

Baca Juga  PT Jasa Raharja Menyosialisasikan Program Perlindungan Keselamatan Pengguna Jalan Raya

Upaya ini tidak sia-sia selang 1 jam ular berasil ditarik dari dalam kandang dalam kondisi hidup. Mulut ular kemudian dilak ban dan dimasukkan ke dalam karung yang sudah disiapkan.

“Laporan penampakan ular di daerah ini bukan kali pertama, seminggu sebelumnya kami sudah melakukan pencarian namun hasilnya nihil,” kata Budi Nusantara, anggota relawan SAR.

Baca Juga  Tak Ada Lagi Izin Keramaian, Gubernur Kaltim Segera Buat Surat Edaran

Kedatangan SAR pada sore tersebut setelah warga melapor dan memastikan jika ular bersembunyi di dala. Kandang dimana ular berhasil di tangkap.

“Selanjutnya ular ini kami bawa ke markas kami, apakah nanti kami lepas liarkan atau diberikan kepada pihak terkait tergantung kesepakatan anggota SAR. Namun yang terpenting keresahan warga tentang keberadaan ular ini sudah teratasi,” pungkas Budi. (kis/beb)

Komentar

News Feed