AIR PUTIH. Banyaknya pipa dan kabel dalam drainase di sepanjangan Jalan Pangeran Antasari, membuat proses pengerukan yang dilakukan menggunakan ekskavator mini terhambat. Operator ekskavator harus hati-hati, agar tak mengenai kabel dan pipa air saat mengoperasikan alat untuk mengangkat sampah maupun endapan lumpur.
Hal tersebut menjadi perhatian Camat Samarinda Ulu, M Fahmi yang ikut memantau pekerjaan di lapangan.
Terutama soal banyaknya sampah plastik yang tersangkut di pipa dan kabel, dalam drainase tersebut.
“Ini yang harus jadi perhatian. Kalau dibiarkan, akan menganggu kelancaran air juga saat hujan deras. Kami mengimbau dan meminta warga untuk ikut peduli,” beber Fahmi.
Minimal ujar Fahmi, warga bisa mengambil sampah-sampah yang tersangkut di depan rumah atau tempat usaha mereka.
Sebab selain bisa menghambat saluran air, keberadaan sampah plastik di drainase yang tak tertutup mengganggu kebersihan lingkungan.
“Kami juga meminta lurah untuk menggerakkan warga melalui ketua RT, agar bisa mensosialisasikan tentang pembersihan sampah plastik di drainase ini,” pungkas Fahmi. (rin/nha)











Komentar